Dark/Light Mode

PM Jepang Fumio Kishida Mau Reshuffle Kabinet Di Rabu Pahing, 13 September

Jumat, 8 September 2023 19:55 WIB
PM Jepang Fumio Kishida (Foto: Instagram)
PM Jepang Fumio Kishida (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida akan me-reshuffle kabinetnya dan kepemimpinan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang saat ini berkuasa. Paling cepat pada Rabu (13/9/2023) depan, setelah KTT G-20 India.

Keputusan reshuffle ini dimatangkan Kishida, melalui berbagai pertimbangan yang merujuk pada hasil KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta dan pertemuan terkait.

Nikkei Asia menyebut, reshuffle ini dilakukan Kishida, untuk menjaga stabilitas internal partai. Mengingat politisi berusia 66 tahun itu berambisi untuk kembali menjadi orang nomor satu di partai tersebut, dalam pemilihan tahun 2024.

Tidak Dicopot

Kishida diyakini tidak akan mencopot anggotanya, yang memiliki pengaruh kuat.

Baca juga : Reshuffle Kabinet Rame Lagi

Wakil Presiden LDP Taro Aso dan Sekretaris Jenderal LDP Toshimitsu Motegi, yang masing-masing memimpin faksi terbesar kedua dan ketiga, sepertinya termasuk golongan yang tidak akan didepak oleh Kishida.

Kishida, yang memimpin faksi terbesar keempat, selama ini menjalin kerja sama erat dengan Aso dan Motegi, dalam menentukan setiap kebijakan.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno diperkirakan akan tetap menjabat, atau menduduki posisi penting lainnya.

Meski tergabung dalam faksi yang berbeda, Matsuno dipercaya menjadi tangan kanan Kishida, sejak mantan Menteri Luar Negeri itu menjabat Perdana Menteri pada Oktober 2021.

Baca juga : Reshuffle Bisa Rabu Pon, Rabu Pahing, Rabu Wage

Matsuno adalah salah satu dari lima anggota terkemuka di faksi terbesar LDP, yang pernah menduduki posisi puncak di kabinet dan partai.

Nama lain yang sepertinya akan dipertahankan Kishida adalah Kepala Riset Kebijakan LDP Koichi Hagiuda dan Sekjen Partai di Majelis Tinggi Hiroshige Seko.

Terakhir kali, Kishida merombak kabinetnya pada Agustus 2022.

Approval Rating

Hasil pooling Nikkei-TV Tokyo pada Agustus ini melaporkan, approval rating PM Kishida hanya berada di angka 42 persen. Di bawah garis batas psikologis 50 persen.

Baca juga : Presiden Jokowi: Bisa Rabu Pon, Pahing, Wage….

Saat ini, Kishida terus memantapkan fokus terhadap berbagai upaya menjaga stabilitas dan kontinuitas. Agar dapat menorehkan lebih banyak pencapaian kebijakan.

Kishida mengarahkan pemerintahannya untuk menyusun langkah-langkah stimulus ekonomi pada awal September, untuk mendorong kenaikan upah dan investasi dalam negeri.

Tinjauan komprehensif terhadap sistem identifikasi My Number yang bermasalah, juga terus dilakukan. Di samping merumuskan upaya menghadapi fakta turunnya angka kelahiran di Negeri Sakura.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.