Dark/Light Mode

Gempa Dahsyat Guncang Maroko, Lebih Dari 2.000 Tewas

Jokowi Dan Pemimpin Dunia Ngucapin Belasungkawa

Senin, 11 September 2023 03:15 WIB
Menangis: Seorang wanita menangis melihat rumahnya yang rusak akibat gempa bumi di kota tua di Marrakesh pada 9 September 2023. (Fadel Senna/AFP/Getty Images)
Menangis: Seorang wanita menangis melihat rumahnya yang rusak akibat gempa bumi di kota tua di Marrakesh pada 9 September 2023. (Fadel Senna/AFP/Getty Images)

 Sebelumnya 
Aljazair, yang memutuskan hubungan diplomasi dengan Maroko dua tahun silam, menyatakan akan membuka wilayah udaranya untuk penerbangan kemanusiaan dan medis ke Maroko.

Kementerian Luar Negeri Prancis juga mengeluarkan pernyataaan kesiapan mereka membantu negara yang ada di utara Afrika itu. Tak ketinggalan Menlu Israel Eli Cohen menyatakan akan mengulurkan tangannya kepada Maroko dalam masa yang sulit ini. Pernyataan ini disampaikan melalui X, dan disampaikan dalam bahasa Arab.

Dinas darurat medis dan bencana nasional Israel, Magen David Adom, mengatakan, ketua mereka sudah menghubungi Presiden Bulan Sabit Merah Maroko untuk menawarkan bantuan.

Baca juga : Prigozhin Dikabarkan Tewas Kecelakaan Pesawat, Putin Sampaikan Belasungkawa

Dinas Pemadam kebakaran Taiwan juga telah menyiapkan tim yang terdiri dari 120 penyelamat untuk berangkat ke Maroko begitu mendapatkan instruksi dari Kementerian Luar Negeri Taiwan.

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menyampaikan rasa dukanya dan mengirimkan doa untuk para korban.

“Doa kami bersama semua orang yang mencari korban yang terkubur. Pada saat seperti ini mereka bertarung demi nyawa banyak orang yang terluka,” ujar Baerbock.

Baca juga : Gempa M5,7 Guncang Muarabinuangeun, Banten, Getaran Terasa Hingga Bandung

Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab menyampaikan belasungkawa tulus kepada Pemerintah dan rakyat Maroko, dan kepada keluarga para korban tragedi ini, serta harapan agar semua korban luka segera pulih.

WNI Saling Bantu

Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Rabat, Maroko mengeluarkan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) di Maroko untuk tetap waspada dan menjalin komunikasi agar perkembangan kondisi mereka bisa segera diketahui. Untuk diketahui, ada sekitar 500 WNI menetap di Maroko. Mereka dalam keadaan baik.

KBRI menyebutkan, korban tewas gempa Maroko terbanyak berada di enam provinsi, yakni Al Houz yang menjadi titik pusat gempa, kemudian Marrakesh, Ourzazale, Azizal, Chicaoua, dan Taroudant. KBRI Rabat juga menyertakan nomor telepon hotline untuk dihubungi, yakni +212 661095995 dan +212 762812760

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.