Dark/Light Mode

Ngumpul Bareng Jurnalis Muslim Sedunia Di Rusia (4)

Dangdut dan Campur Sari Goyang KBRI Moskow

Selasa, 8 Oktober 2019 09:35 WIB
Dubes Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi (berjaket Rakyat Merdeka, 
tengah), asyik berkaraoke ria sambil berjoget bersama keluarga besar KBRI Moskow saat melepas 
salah satu stafnya yang akan mengakhiri tugasnya di Wisma Duta, Moskow, Sabtu (28/9) malam. (Foto: Kartika Sari/RM)
Dubes Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi (berjaket Rakyat Merdeka, tengah), asyik berkaraoke ria sambil berjoget bersama keluarga besar KBRI Moskow saat melepas salah satu stafnya yang akan mengakhiri tugasnya di Wisma Duta, Moskow, Sabtu (28/9) malam. (Foto: Kartika Sari/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wartawan Rakyat Merdeka Kartika Sari menghadiri The 5th International Forum of The Muslim Journalists and Bloggers atas undangan The Group of Strategic Vision “Russia-Islamic World”. Konferensi ini digelar pada 25-28 September di kota Saint Petersburg, Rusia. Perjalanan selama sepekan ini, berakhir di ibukota Rusia, Moskow. Berikut ini laporannya.

Setelah mengikuti konferensi di kota St Petersburg, Rakyat Merdeka melanjutkan perjalanan ke Moskow, Ibukota Rusia, Sabtu (28/10). Dari St Petersburg ke Moskow, saya naik kereta cepat Sapsan dengan waktu tempuh 4 jam. Keretanya bagus dan nyaman.

Berangkat on time pukul 9:00 pagi dan tiba di Stasiun Moskow pukul 13:06 sesuai jadwal. Dari Stasiun, saya langsung meluncur ke Wisma Duta, yang letaknya satu kompleks dengan Gedung KBRI di Moskow. Tak lama setelah tiba di Wisma Duta, saya bertemu Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Rusia dan Belarus Wahid Supriyadi.

Kami ngobrol santai sambil minum teh. Sore itu, Dubes Wahid menceritakan perjalanan kariernya sebagai diplomat hingga sukses menjadi dubes. “Saya ini lahir dari keluarga sederhana di desa. Bapak saya adalah seorang guru. Tapi berkat belajar dan bekerja keras, alhamdulillah saya bisa menjadi dubes,” kenang Wahid, sambil menyeruput teh dan aneka camilan yang disajikan di meja makan.

Baca juga : Peserta Irak dan Suriah Curhat Negerinya Dihancurkan ISIS

Sejak Wahid menjadi Dubes, hubungan Indonesia dan Rusia semakin erat. Baik di bidang ekonomi, politik, pendidikan, sosial maupun kebudayaan. Apalagi, Wahid juga dikenal sangat aktif menggelar banyak event untuk mempromosikan produk Indonesia.

Salah satu event terbesar yang digelar setiap tahun oleh KBRI di Moskow adalah Festival Indonesia. “Festival Indonesia sengaja digelar di tempat yang banyak dikunjungi publik, makanya kami memilih taman. Alhamdulillah, dukungan dan sponsor mengalir, baik dari pemerintah kota Moskow maupun perusahaan. Jumlah pengunjungnya juga tiap tahun selalu bertambah,” beber Wahid.

Menurut Wahid, KBRI melibatkan banyak pelaku UKM dari Tanah Air di Festival Indonesia. “Kopi dan batik Indonesia sangat disukai dan mulai terkenal lho di Rusia,” ungkap mantan Dubes RI di Uni Emirat Arab itu.

Ternyata, Sabtu malam itu, ada hajatan kecil di Wisma Duta. Wahid menggelar acara perpisahan stafnya bernama Tatik Trisnawati yang akan kembali ke Indonesia. Asisten rumah tangga di Wisma Duta pun tampak sibuk memasak aneka makanan khas Indonesia.

Baca juga : Facebook dan Google Biang Kerok Penyebar Fake News

Sekitar pukul 19:00, para diplomat dan staf KBRI mulai berdatangan. Ikut hadir Wakil Dubes Azis Nurwahyudi dan Sekretaris Pertama Fungsi Sosial Kebudayaan KBRI Moskow Enjay Diana. Beberapa di antara mereka ada yang membawa keluarga.

Aneka makanan tersaji di atas meja. Ada sup ayam, bakwan jagung, ikan balado, rendang, kerupuk dan sambal terasi serta aneka buah-buahan. Para tamu tampak lahap menikmati menu khas Tanah Air itu.

Usai makan malam, Dubes Wahid memberikan sambutan singkat. “Izinkan saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Tatik, yang selama ini mengabdi di KBRI Moskow. Sampai jumpa lagi pada kesempatan lain,” kata Wahid.

Pada kesempatan itu, Wahid juga mengingatkan stafnya untuk menjaga kesehatan. Dia bilang, kualitas rumah sakit (RS) dan dokter di Rusia, sangat baik dan harganya sangat terjangkau bila dibandingkan dengan biaya berobat di negara-negara Eropa, Singapura atau bahkan di Indonesia. “Mumpung kalian masih bertugas di sini, ayo check up. Kalau sakit, segera periksa dan berobat. Dokter di Rusia hebat- hebat lho dan biayanya tidak mahal,” ujarnya.

Baca juga : Nggak Ada Yang Berjilbab, Peserta Arab Tampil Seksi

Tak mau berlama-lama pidato, acara lanjut dengan berkaraoke ria. Para staf dan keluarga besar KBRI Moskow pun larut dalam kegembiraan. Tanpa malu-malu, mereka asyik bernyanyi sambil berjoget. Suasana makin seru dan heboh, saat salah satu staf KBRI membawakan lagu dangdut ber judul "Syantik" yang dinyanyikan Via Valen.

Dubes Wahid, Wakil Dubes Azis Nurwahyudi, Enjay Diana dan yang lain pun langsung ikut bergoyang. Suasana bahagia diiringi tawa dan keakraban, sangat terasa.

Dubes Wahid dan keluarga besar KBRI Moskow, terus bergoyang saat staf lainnya membawakan lagu campur sari berbahasa Jawa yang dibawakan Didi Kempot. Iringan lagu dangdut dan campur sari malam itu, sukses menggoyang dan menghangatkan suasana di Wisma Duta, di tengah dinginnya udara Moskow. Habis

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.