Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Alwi Shihab Hadiri Peringatan Perjanjian Jajak Pendapat Timor Timur Di Lisabon
Minggu, 12 Mei 2024 17:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perjanjian 5 Mei 1999 merupakan bukti nyata wisdom dan courage para pemimpin Indonesia dalam penyelesaian konflik khususnya terkait Timor Timur.
Hal tersebut disampaikan Mantan Menlu RI, Alwi Shihab saat menjadi salah satu pembicara dalam panel bertajuk “Lessons on Diplomacy”, dalam konferensi “Celebrating Diplomacy: 25 Years of the May 5th Agreements”, yang diselenggarakan oleh Institut Diplomatik Kementerian Luar Negeri Portugal, di Lisabon, pada Rabu (8/5/2024).
Konferensi tersebut bertujuan untuk memperingati 25 tahun diplomasi dari Perjanjian 5 Mei 1999 antara Portugal, Indonesia di bawah naungan Sekjen PBB tentang penyelesaian kasus Timor Timor terkait dengan Self-determination (Penentuan Nasib Sendiri Timor Leste).
Bertempat di Kantor Pusat Kementerian Luar Negeri Portugal, Palácio das Necessidades (Necessidades Palace), Konferensi sehari tersebut dibuka oleh Sekjen Kemlu Portugal, Fransisco Ribeiro Teles dan juga menghadirkan pembicara seperti Jaime Gama, Menteri Luar Negeri Portugal pada tahun 1983-85 dan 1995-2002; Ian Martin, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB di Timor Leste antara tahun 1999 dan 2000.
Selain itu, sejumlah mantan diplomat Portugal hadir selaku narasumber, yaitu Fernando d’Oliveira Neves (bertugas pada Misi Timor Leste 1997-1999), Antonio Monteiro, Watap Portugal di PBB (1997-2001), Jose de Freitas Feraz, Penasehat Diplomatik Perdana Menteri Portugal (1997-2000), dan Ambassador Portugal untuk Indonesia, Ana Gomes (1999-2003), Joao Freitas de Camara (Sekjen Kemlu Timor Leste), Pedro Moitinho de Almeida (Ketua Misi Portugal untuk Timor Leste tahun (2000-2022), Sonia Neto (Kepala Kabinet Menteri Kemlu Timor Leste), dan Rui Feijo, peneliti dari Universitas Coimbra.
Baca juga : KPU Bantah Tudingan Pengurangan Dan Penambahan Suara Caleg Di Papua
Turut hadir Duta Besar RI untuk Portugal, Rudy Alfonso serta Duta Besar Timor-Leste untuk Portugal, Isabel Amaral Guterres. Konferensi ini ditutup oleh Menteri Luar Negeri Portugal, Paulo Rangel.
Presiden Timor-Leste, Ramos Horta turut menyampaikan refleksinya atas Perjanjian 5 Mei, melalui rekaman vídeo berdurasi 15 menit. Presiden Ramos Horta menyebutkan Presiden Habibie, bersama Xanana Gusmao beserta Sekjen PBB Kofi Annan dan Presiden Bill Clinton memiliki peranan penting dalam terwujudnya referêndum di Timor Timur.
Menurut Alwi Shihab, ada tiga faktor utama dalam penyelesaian konflik, yaitu kesepakatan (agreement), penerapan (implementation), dan pemimpin yang baik (good leader). Selain itu, untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dalam menyelesaikan konflik, diperlukan dua hal utama, yaitu kebijaksanaan (wisdom) dan keberanian (courage).
Alwi Shihab menegaskan, setiap kesepakatan harus ditindaklanjuti dengan implementasi. Selanjutnya dalam setiap Keputusan memerlukan seorang pemimpin atau leader yang bijaksana. Seorang leader yang bijaksana saja tidak cukup karena memerlukan keberanian, courage.
Keberanian Presiden Habibie untuk go ahead dengan Referendum merupakan refleksi dari wujud courage. Saat Presiden Gus Dur menyampaikan permohonan maaf (public apology) kepada rakyat Timor Leste, hal tersebut dilandasi sebuah wisdom, dan his courage let him to do that.
Baca juga : Ini Alasan Mahfud Tak Hadiri Acara Penetapan Presiden Dan Wakil Presiden Di KPU
Ditekankannya, Indonesia senantiasa berupaya membangun hubungan yang lebih baik, bersahabat, ramah, produktif dan bermanfaat di masa depan dengan Portugal dan Timor Leste. Hubungan diplomatik yang dibangun kembali selama 25 tahun ini telah berjalan cukup baik setelah terhenti sejak 1974-1999.
Banyaknya peninggalan Portugis di Nusantara dari Aceh dan Jakarta di bagian barat Indonesia hingga Flores dan Kepulauan Maluku di wilayah timur, mulai dari kosakata bahasa Portugis, musik, bangunan gereja, dan tradisi keagamaan seperti seremoni “Semana Santa” di Larantuka telah mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia.
Pembukaan hubungan diplomatik RI-Portugal tahun 1950 dan kunjungan kenegaraan Presiden Soekarno tahun 1960 menjadi sejarah yang terpatri pada hubungan bilateral kedua negara. Presiden Abdurrahaman Wahid juga telah berperan penting dalam pembukaan kembali hubungan diplomatikdengan Portugal pada 28 Desember 1999, setelah dua bulan terpilih sebagai Presiden. Presiden Gus Dur menjadi presiden pertama RI yang berkunjung ke Timor Leste.
Kebijakan luar negeri yang dipilih adalah Eucumenical Foreign Policy, mengikuti latar belakang hubungan keagamaan dengan Katholik yang terminologinya berarti kerja sama dan persatuan tanpa musuh. Politik luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan beberapa presiden mengusung jargon berbeda namun tetap memiliki kesamaan tujuan, yaitu menjalin persahabatan dengan semua negara dan sebisa mungkin meminimalisir permusuhan.
Politik luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan presiden yang berbeda mengusung jargon yang berbeda-beda, namun tetap memiliki semangat dan tujuan yang sama, yaitu melakukan hubungan luar negeri secara bebas dan aktif dalam rangka menjalin persahabatan seluas luasnya, dan meminimalisir permusuhan dengan semua pihak. Bahwa sejarah dan masa lalu bukan untuk dilupakan, tapi untuk menjadi pelajaran dalam melangkah agar lebih baik dan menghindari kesalahan yang sama.
Baca juga : Polri Ingatkan Warga Tak Konvoi Saat Malam Takbiran
Disela-sela acara tersebut, Duta Besar RI untuk Portugal, Rudy Alfonso dan Duta Besar Timor Leste untuk Portugal, Isabel Amaral Guterres mengungkakan bahwa keduanya bersepakat bahwa Indonesia dan Timor Leste memiliki hubungan sejarah yang panjang.
“..we are working very well together for the development our country and our people. Our friendship is very strong,” ujar Dubes Rudy dan Dubes Isabel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya