Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Gara-gara performa Biden yang buruk, tim kampanyenya bersusah payah untuk mengembalikan kepercayaan publik dan pendonor. Sejauh ini, tim kampanye Biden memberikan sejumlah penjelasan mengenai keadaan di debat perdana. Mulai dari kondisi Biden yang pilek dan sakit tenggorokan. Mereka juga terus mengalihkan perhatian kepada Trump dan menjadikannya sebagai ancaman demokrasi.
Petinggi dan tokoh senior Demokrat seperti mantan Presiden AS Barack Obama mengeluarkan pernyataan dukungan untuk Biden. “Debat buruk bisa saja terjadi. Percayalah,” ujar Obama dikutip Economist.
Sementara mantan Presiden AS Bill Clinton mendorong, masyarakat agar menyerahkan penilaian hasil debat kepada para pakar saja.
Baca juga : Kejagung Umumkan Jumlah Kerugian Negara Rp 1,1 Triliun
Sedangkan mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan anggota Kongres dari South Carolina Jim Clyburn berpendapat, kekurangan Biden dalam debat perdananya hanya kekalahan 1-0.
Biden terlihat fit kembali berkampanye pasca debat. Dengan bantuan layar LCD yang menayangkan isi pidatonya, Biden kembali menyapa pendukungnya.
Biden tidak menmpik hasil debat perdananya yang kurang oke. “Saya memang menjalani malam yang buruk,” aku Biden saat menghadiri acara makan malam bersama pendonor di East Hampton, Sabtu (29/6/2024).
Baca juga : Pamer Bukti Pernikahan
Tim kampanye bilang, masalah yang dihadapi Biden pasca debat bukanlah penampilannya, namun bagaimana media melaporkan kepada publik.
Manager kampanye Biden, Jen O’Malley Dillon menyanggah pemberitaan negatif media dengan membeberkan keberhasilan Biden mengumpulkan sumbangan sebesar 27 juta dolar AS (Rp 441,7 miliar) dalam kurun waktu 24 jam usai debat.
“Sejauh yang kami lihat, tidak ada penurunan dukungan untuk Biden. Jika ada perubahan dalam polling dalam beberapa pekan ke depan, itu hanya perubahan sementara,” pungkasnya. DAY
Baca juga : Data Bocor, Rakyat Harus Antisipasinya Gimana Ya
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 02 Juli 2024 dengan judul "NATO Ketar-ketir China Dan Rusia Serang AS"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya