Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pengusaha Suriah Jajaki Bangun Pabrik di Indonesia

Selasa, 15 Januari 2019 11:13 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi (tengah) mengunjungi salah satu showroom dan pabrik pembuatan water mixer milik pebisnis asal Suriah yang tergabung dalam Arrasyid for Industry and Trade Group di Kawasan 6 Oktober, Kairo, (14/1). Dalam kunjungan tersebut turut serta Atase Perdagangan KBRI Cairo, Irman Adi Purwanto Moefthi (kiri). (Foto: KBRI Kairo)
Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi (tengah) mengunjungi salah satu showroom dan pabrik pembuatan water mixer milik pebisnis asal Suriah yang tergabung dalam Arrasyid for Industry and Trade Group di Kawasan 6 Oktober, Kairo, (14/1). Dalam kunjungan tersebut turut serta Atase Perdagangan KBRI Cairo, Irman Adi Purwanto Moefthi (kiri). (Foto: KBRI Kairo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Daya tarik Indonesia sebagai salah satu negara tujuan investasi, kini semakin meningkat. Pebisnis asal Suriah yang tergabung dalam Arrasyid for Industry and Trade Group yang berada di Mesir pun, menunjukkan ketertarikan berinvestasi di Indonesia.

Mereka menggandeng KBRI Kairo guna menjajaki serius rencana berbisnis di nusantara. “Kami berencana membangun pabrik di Indonesia,” ujar pebisnis Mohammed Alfarra, saat bertemu Dubes Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi di Kairo, Senin (14/1).

Alfarra menjelaskan, pihaknya saat ini berkecimpung dalam pembuatan perlengkapan kamar mandi (water mixer). Produk yang dibuat antara lain kran air dan bathtub. Tidak hanya di Mesir, produk yang memiliki merek dagang "Clever"  ini juga merambah pasar Irak, Armenia, Nigeria dan negara-negara kawasan Mediterania dan Timur Tengah.

Berita Terkait : Luhut Bolehkan China Bangun Pabrik Aki Motor Di Morowali

“Kami ingin melakukan ekspansi pasar ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” jelas Alfarra. Dalam kesempatan tersebut, Alfarra mengajak serta Dubes Helmy mengunjungi salah satu showroom dan pabrik pembuatan water mixer di Kawasan 6 Oktober Kairo. Atase Perdagangan KBRI Kairo Irman Adi Purwanto Moefthi, ikut serta dalam rombongan tersebut.  

Alfarra menjelaskan, pihaknya sudah melakukan observasi pasar water mixer di Indonesia. Ia yakin, produknya mampu berkompetisi dengan merek lain yang selama ini sudah beredar di pasaran.

“Sekalipun berorientasi ekspor ke negara tetangga di Asia Tenggara, kami juga harus memastikan ada tempat di pasar domestik Indonesia,” tandas Alfarra.

Berita Terkait : Terus Meningkat, Cadangan Devisa Indonesia

Pada pertengahan Oktober 2018, Alfarra sudah menyambangi Batam dan Kepulauan Karimun, untuk menjajaki kemungkinan pendirian pabrik di sana. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan BP Batam di Kairo, awal Oktober silam. “Kami sudah melihat beberapa lokasi potensial, karena itu kami butuh juga masukan dari Dubes Indonesia di Kairo,” ujar Alfarra.

Menanggapi hal tersebut, Dubes Helmy menyambut baik rencana pembuatan pabrik water mixer di Indonesia. Menurutnya, iklim investasi Indonesia di era pemerintahan Joko Widodo terus menunjukkan tren positif. “Penilaian lembaga-lembaga internasional yang kredibel menujukkan rating kemudahan berbisnis di Indonesia terus meningkat,” urainya.

Lebih lanjut, Dubes Helmy menyarankan agar para pebisnis menjajaki peluang kerja sama dengan partner lokal. Dengan demikian, barang yang saat ini sudah diproduksi dapat mulai dijajakan di pasar Indonesia. “Sebelum membangun pabrik, ada baiknya untuk diawali hubungan dagang dengan mitra lokal. Jadi, produk-produknya sudah lebih dulu beredar di pasaran,” kata Dubes Helmy.  [HES]