Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Cuma Koar-koar Dukung Ukraina
Nggak Membela Gaza, NATO Standar Ganda
Jumat, 12 Juli 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dianggap menerapkan standar ganda oleh anggotanya sendiri dalam menghadapi agresi militer Israel di Jalur Gaza, Palestina. Sebab, sikap NATO berbeda jauh dalam mengatasi perang di Ukraina.
Perang di Ukraina menjadi sorotan utama di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO. KTT NATO diselenggarakan di Washington, Amerika Serikat (AS) pada 9 hingga 11 Juli 2024. Dilansir Al-Jazeera, para pemimpin NATO berjanji untuk memberikan Ukraina bantuan militer senilai 43 miliar dollar AS (sekitar Rp 696,6 triliun).
AS, Belanda dan Denmark bakal mengirimkan jet tempur F-16 pertama dari NATO untuk Ukraina. Jet-jet itu siap beroperasi musim panas ini.
Baca juga : Hakim Perintahkan KPK Balikin Duit Anak Buah SYL
Bantuan ini bakal diberikan tahun depan, guna memperkuat pertahanan Ukraina dari serangan Rusia. Janji tersebut disertakan dalam pernyataan terakhir setelah pertemuan puncak NATO di Washington DC, Rabu (10/7/2024).
Kiev makin dekat menjadi anggota NATO. Namun, NATO menegaskan bahwa hal itu hanya akan terjadi setelah perangnya dengan Rusia berakhir. Kiev juga harus memenuhi seluruh persyaratan NATO.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengucapkan terima kasih atas semua dukungan. Sebab, negaranya baru saja mendapatkan serangan yang mematikan dari Moskow pada Senin (8/7/2024). Zelenskyy mengatakan, sekitar 37 orang tewas akibat serangan tersebut, termasuk 3 anak-anak.
Baca juga : Bamsoet Dorong Koperasi Kembali Jadi Soko Guru Perekonomian Nasional
Sikap NATO mengatasi perang di Ukraina berbeda jika dibandingkan dengan perang di Gaza.
Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez, dalam KTT, mengecam negara-negara Barat bersikap standar ganda dalam menangani agresi brutal Israel ke Jalur Gaza, Palestina selama sembilan bulan terakhir.
Dalam pidatonya, Sanchez mendesak negara Barat untuk menolak sikap standar ganda dalam merespons tragedi kemanusiaan yang telah menewaskan lebih dari 38 ribu warga Palestina ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya