Dark/Light Mode

Menyaksikan Geliat Kemajuan Negeri Singa Atlas (3)

Dakhla, Surga Nan Sejuk Di Tengah Sahara

Rabu, 31 Juli 2024 07:07 WIB
Dakhla adalah surganya bagi para penikmat kitesurfing dengan udaranya yang sejuk.  [Foto: planetkitesurfholidays.com]
Dakhla adalah surganya bagi para penikmat kitesurfing dengan udaranya yang sejuk. [Foto: planetkitesurfholidays.com]

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Laporan Muhammad Rusmadi dari Maroko

Pada 11-21 Juli 2024, diinisiasi Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko (PPIM), delegasi tujuh wartawan Indonesia melakukan liputan ke Kerajaan Maroko, termasuk wartawan Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi, untuk melihat langsung geliat kemajuan di Kerajaan Singa Atlas ini. Berikut laporannya:

Baca juga : Maroko Punya Super Komputer Tercanggih

Pukul 06:00 pagi, Ahad, 14 Juli 2024. Saya sudah berada di lobi hotel, di kawasan Avenue Hassan ll, Marrakech. Lengkap dengan koper kecil, ransel dan tas tangan.

Check out pagi-pagi. Karena pukul 8:45, kami akan terbang ke Dakhla menggunakan AirArabia, maskapai penerbangan yang berkantor pusat di Uni Emirat Arab (UEA) itu. Meski punya pangkalan utama di Sharjah, UEA, di antara banyak pangkalannya, AirArabia juga punya di Casablanca, Maroko.

Demi mengejar waktu, kami tak sarapan di hotel. Tapi disiapkan untuk dibawa. Makan sambil jalan. Sembari menunggu kawan-kawan yang masih belum tiba di lobi, saya sesekali berjalan ke luar hotel, melihat-lihat suasana pagi Kota Marrakech.

Baca juga : Mendarat Di Casablanca, Nge-teh Mint Di Pusat Kota

Dakhla atau lengkapnya Dakhla-Oued Ed-Dahab (Arab/baca; Dakhla Waadidz Dzahab) merupakan salah satu dari 12 Region, semacam wilayah administratif tingkat satu di Maroko. Luas wilayahnya 142.865 km persegi. Populasinya di bawah 200 ribu orang.

Wartawan Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi di Bandara Dakhla. [Foto: Dok Pribadi]

Saya pribadi tertarik dengan Dakhla. Dari yang saya baca, alam Dakhla berupa gurun pasir. Tentu, selain tandus gersang, juga panas. Begitu saya pikir. Namun Dakhla juga menjadi salah satu destinasi wisata andalan Maroko! Terutama bagi para turis internasional. Saya kian penasaran!

Setelah penerbangan sekitar dua jam, kami tiba di Dakhla. Di sana, kami disambut dua rekan yang akan menemani selama dua hari di sini. Kami langsung menuju hotel, sekitar 15 menit dari bandara.

Baca juga : Menpora Dito Pecut Semangat Atlet Supaya Juara Umum Di ASG Vietnam

Pemandangan menarik bagi saya, meski alamnya gurun, di kiri-kanan jalan ternyata marak sekali pembangunan. Umumnya perumahan, villa, hingga perhotelan.

Bukannya apa-apa. Meski berupa gurun pasir, Dakhla adalah juga semenanjung di Samudera Atlantik. Dakhla sendiri dalam bahasa Arab berarti masuk (ditulis Daakhilah). Kurang lebihnya bisa diartikan, daratan yang memanjang, masuk ke lautan.

Jadi, meski tandus gersang, iklimnya ternyata justru sejuk. Sekitar 21-22 derajat Celsius. Bahkan di pagi dan sore hari, karena intensitas anginnya yang kencang, saya malah sering menggigil kedinginan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.