Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Peringati 25 Tahun Penobatan Raja Mohammed VI
Dubes Maroko Singgung Transisi Energi, Palestina Hingga Timnas Indonesia
Kamis, 1 Agustus 2024 13:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Kerajaan Maroko di Jakarta memperingati ‘25 Tahun Penobatan Raja Muhammad VI’ pada Selasa (30/7/2024).
Perayaan digelar di kediaman resmi Duta Besar (Dubes) Kerajaan Maroko untuk Indonesia dan Singapura, Ouadiâ Benabdellah, di Jalan Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Dalam pidato resminya, Dubes Benabdellah menyatakan, peringatan ini memiliki tempat khusus di hati semua orang Maroko, yang merayakannya dengan penuh kebanggaan. Karena hingga saat ini, seperempat abad sudah Raja Muhammad VI memimpin kerajaan dan telah memastikan stabilitas politik dan keberlanjutan Kerajaan Maroko yang usianya telah berabad-abad dalam perjalanan sejarah.
Baca juga : PLN Gelar Aksi Bersih dan Olah Sampah di 54 Lokasi Se-Indonesia
“25 tahun mengkonsolidasikan citra Maroko sebagai negeri yang ramah, terbuka, toleran, religius dan memiliki koeksistensi budaya. Termasuk memimpin kemajuan dan perkembangan, yang memungkinkan Maroko naik ke peringkat negara pelopor di banyak bidang,” ucapnya bangga.
Maroko, lanjut, Benabdellah, tak hanya menjadi titik pertemuan budaya dan peradaban, tetapi juga menjadi hub terkemuka di seluruh kawasan, dengan salah satu tingkat daya tarik ekonomi terbaik.
Dubes Maroko untuk Indonesia dan Singapura, Ouadiâ Benabdellah. [Foto: Dok Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko]
Di tingkat ekonomi, paparnya, visi Kerajaan telah menjadikan Maroko sebagai pemain utama di kawasan Mediterania, yang keberhasilannya sudah dikenal semua pihak. Termasuk di bidang pupuk, otomotif, aeronautika, industri farmasi, tekstil, agrikultur, dan masih banyak lagi.
Baca juga : Peringati Harlah Pancasila, Jokowi Sampaikan Dukungan Untuk Palestina
Benabdellah juga menyebut, Raja Mohammed VI telah memprakarsai beragam proyek infrastruktur besar di berbagai provinsi. Termasuk Pelabuhan Nador (yang menghubungkan Maroko dengan Spanyol dan Perancis), yang bergabung dengan Pelabuhan Tanger-Med, sebagai penegasan Kepemimpinan Pelabuhan Maroko di Laut Mediterania.
Juga Pelabuhan Dakhla, di Provinsi Selatan Maroko, yang akan memungkinkan pembukaan ke Samudra Atlantik, untuk kepentingan negara-negara kawasan Sahel dan disambut antusias negara-negara di kawasan tersebut, seperti Burkina Faso, Kamerun, Chad, Gambia, Guinea, Mauritania, Mali, Niger, Nigeria dan Senegal.
Dalam pidatonya, Dubes Benabdellah juga menyebut Inisiatif untuk Atlantik, sebagai visi Kerajaan Maroko untuk era konektivitas dan kemakmuran lintas benua. Bersamaan pembangunan ekonomi, jelasnya, Maroko pun menetapkan rencana transisi energi, yang menetapkan tujuan proaktif untuk memastikan 52 persen kebutuhan energinya pada 2030, secara eksklusif dari energi bersih terbarukan.
Baca juga : Perjuangan Pantang Menyerah, BNI Apresiasi Tim Thomas dan Uber Indonesia
Benabdellah juga mengingatkan, Maroko akan menjadi tuan rumah Piala Dunia sepak bola bersama Spanyol dan Portugal pada 2030. “Harap diingat, 2030!” pintanya, yang disambut tawa para tamu.
Berbagai upaya, ungkapnya, sedang dilakukan dalam hal kualifikasi ulang sumber daya manusia, logistik dan infrastruktur industri. “Kami berharap, tim nasional sepak bola Indonesia dapat lolos kali ini,” lanjutnya, yang kembali disambut riuh hadirin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya