Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menjelajahi Keindahan Negeri Singa Atlas (10)
Al-Qarawiyyin, Dari Masjid Jadi Kampus Tertua Dunia
Rabu, 7 Agustus 2024 07:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Laporan Muhammad Rusmadi dari Maroko
Pada 11-21 Juli 2024, diinisiasi Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko (PPIM), delegasi tujuh wartawan Indonesia melakukan liputan ke Kerajaan Maroko, termasuk wartawan Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi, untuk melihat langsung geliat kemajuan dan menjelajahi keindahan Kerajaan Singa Atlas ini. Berikut laporannya:
Rabu, 17 Juli 2024, kami berkunjung ke Universitas Al-Qarawiyyin (Jāmiʻat al-Qarawīyīn). Universitas --kadang ditulis Al-Karaouine atau Al Quaraouiyine, mengikuti ejaan Prancis-- ini ada di Kota Fes atau Fez, kurang lebih 2 jam (201,5 km) dari Rabat, Ibu Kota Maroko.
Baca juga : Kota Merah Marrakesh, Jamaa al-Fna & UNESCO
Awalnya, Al-Qarawiyyin didirikan sebagai masjid oleh Fatima al-Fihri, putri seorang pedagang kaya bernama Muhammad Al-Fihri, pada tahun 857-859! Namun dalam perkembangannya, masjid itu menjadi salah satu pusat spiritual dan pendidikan terkemuka di Zaman Keemasan Islam.
Bahkan, oleh Guinness World Records dan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Universitas Al-Qarawiyyin dinobatkan sebagai universitas tertua, atau lembaga pendidikan tinggi tertua, yang terus beroperasi di dunia.
Dalam bahasa Arabnya, Jāmiʻat al-Qarawīyīn, sebenarnya berarti "Universitas Rakyat Kairouan". Soalnya, asal-usul keluarga Fatima al-Fihriya sang pendiri, berasal dari Kairouan (dibaca; Qeirwān). Juga dieja sebagai Al Qayrawān (baca; Kairawaan), ibu kota dari Kegubernuran Kairouan di Tunisia.
Ruang baca Perpustakaan Universitas Al-Qarawiyyin. [Foto: Muhammad Rusmadi / Rakyat Merdeka & RM.id]
Baca juga : Kota Kembar Jakarta Bernama Casablanca
Kota Kairouan yang didirikan oleh Uqbah bin Nafi' pada masa Kekhalifahan Umayyah pada tahun 670 ini pun, diganjar termasuk Situs Warisan Dunia versi UNESCO.
Cerita berlatar pada abad ke-9, yang ketika itu Fez merupakan Ibu Kota Dinasti Idrisi (Idrisiyah), yang dianggap sebagai negara Islam Maroko yang pertama. Dinasti ini berkuasa dari tahun 788-974. Kerajaan ini dinamakan sesuai nama pendirinya, Idris I, yang merupakan keturunan Hasan bin Ali --sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW. Dinasti Idrisiyah ini dianggap sebagai pendiri negara Maroko modern.
Keluarga Al-Fihri pindah dari Kairouan, Tunisia ke Fes pada awal abad ke-9, bergabung dengan warga pendatang lainnya dari Kairouan yang telah menetap di sebuah distrik barat kota.
Baca juga : Masjid Hassan II Casablanca Di Tepi Atlantik
Fatima dan kakaknya, Mariam yang berpendidikan, kemudian mendapat warisan sejumlah besar uang dari ayah mereka. Namun warisan itu malah disumbangkan semua oleh Fatima untuk pembangunan masjid ini. Demikian pula, saudara perempuannya, Mariam, juga telah mendirikan Masjid al-Andalusiyyin di tahun yang sama juga di Kota Fes.
Kembali ke Masjid Al-Qarawiyyin, selain tempat untuk ibadah, masjid ini kemudian berkembang menjadi tempat yang tak hanya untuk belajar agama, tapi juga belajar politik. Bahkan secara bertahap menjadi sarana pendidikan untuk berbagai pelajaran, di samping Al Qur'an dan Fiqih (hukum Islam), juga diajarkan ilmu alam, tata bahasa, retorika, logika, kedokteran, matematika, astronomi, kimia, sejarah, geografi hingga musik.
Kondisi ini ternyata juga didukung penguasa saat itu dan mendapat perlindungan politik yang kuat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya