Dark/Light Mode

Buntut Peringatan Gempa Besar Di Jepang, Ribuan Pemesanan Hotel Dibatalkan

Rabu, 14 Agustus 2024 09:47 WIB
Gempa besar diperkirakan terjadi di Palung Nankai, zona bawah laut sepanjang 800 kilometer yang membentang dari Shizuoka, sebelah barat Tokyo, hingga ujung selatan Pulau Kyushu pada 15 Agustus 2024. (Foto: NHK)
Gempa besar diperkirakan terjadi di Palung Nankai, zona bawah laut sepanjang 800 kilometer yang membentang dari Shizuoka, sebelah barat Tokyo, hingga ujung selatan Pulau Kyushu pada 15 Agustus 2024. (Foto: NHK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peringatan gempa besar di Jepang, dilaporkan memicu pembatalan ribuan pemesanan hotel di daerah berisiko tinggi.

Gempa besar diperkirakan terjadi di Palung Nankai, zona bawah laut sepanjang 800 kilometer yang membentang dari Shizuoka, sebelah barat Tokyo, hingga ujung selatan Pulau Kyushu pada 15 Agustus 2024.

Serikat pekerja hotel setempat mengungkap, sedikitnya 9.400 orang telah membatalkan pemesanan hotel di Prefektur Kochi bagian barat, salah satu wilayah yang diproyeksikan terkena dampak paling parah.

Baca juga : Mega Di Jakarta SBY Di Pacitan

Peringatan gempa besar muncul setelah gempa M7,1 di wilayah barat daya Jepang mengakibatkan 15 orang terluka pada 7 Agustus 2024.  

“Pembatalan dalam periode 9-18 Agustus itu mengakibatkan kerugian pendapatan sekitar 140 juta yen atau Rp 14,98 miliar," kata Susumu Nishitani, seorang perwakilan serikat pekerja mengatakan kepada AFP, Rabu (14/8/2024).

Otoritas setempat menyebut, peringatan itu tak otomatis memunculkan gempa besar. Namun perlu diingat, risiko kejadian seperti itu kini cenderung meningkat, meskipun masih rendah.

Baca juga : Bupati Bandung Dadang Supriatna Sosok Pemimpin Inspiratif

Peringatan gempa ini memberikan pukulan nyata bagi pebisnis hotel dan pariwisata, karena bertepatan dengan hari libur tahunan Jepang “Obon”.

Di musim ini, banyak warga Jepang mengunjungi kota asal mereka dan memberikan penghormatan kepada leluhur. Hotel dan penginapan, biasanya laris manis.

Ribuan pembatalan juga diperkirakan terjadi di Dogo Onsen di Kota Matsuyama, salah satu sumber air panas yang menginspirasi Film Spirited Away, dari perusahaan animasi Studio Ghibli.

Baca juga : KSPSI Bangun Pusdiklat Terbesar di ASEAN, Kapolri Lakukan Peletakan Batu Pertama

Melansir NHK, pihak berwenang di kota Nishi-izu, Prefektur Shizuoka, telah menutup dua dari sembilan pantai tempat berenang karena tidak memiliki cukup penjaga pantai untuk berpatroli.

Penjaga pantai meminta warga untuk segera mengungsi, jika terjadi gempa bumi. Di pantai-pantai yang masih dibuka, warga diimbau untuk lebih berhati-hati.

Peringatan gempa besar akan dicabut pada 15 Agustus 2024, jika tidak terdeteksi anomali dalam aktivitas seismik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.