Dark/Light Mode

Raja Thailand Sahkan Putri Thaksin, Paetongtarn Shinawatra Jadi PM Baru

Minggu, 18 Agustus 2024 17:06 WIB
Raja Thailand Sahkan Putri Thaksin, Paetongtarn Shinawatra Jadi PM Baru

RM.id  Rakyat Merdeka - Paetongtarn Shinawatra (37), putri taipan dan mantan Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra, resmi mendapat persetujuan dari Raja Thailand untuk menjadi perdana menteri yang baru, Minggu (18/8/2024). Dua hari setelah ia memenangkan dukungan parlemen, dengan 319 suara atau nyaris dua pertiga dari total voters.

Persetujuan formal tertulis Raja Maha Vajiralongkorn, dibacakan Sekretaris DPR Apat Sukhanand dalam sebuah upacara di Bangkok, Minggu (18/8/2024).

Mengenakan seragam resmi, Paetongtarn berlutut dan memberi penghormatan kepada potret Raja Vajiralongkorn, sebelum memberikan pidato singkat ucapan terima kasih kepada raja dan perwakilan rakyat, karena telah mendukungnya sebagai perdana menteri.

“Sebagai kepala eksekutif, saya akan melakukan tugas bersama dengan para legislator, dengan hati yang terbuka," kata Paetongtarn seperti dilansir Channel News Asia (CNA), Minggu (18/8/2024).

Baca juga : Terpilih Jadi PM Termuda Thailand, Paetongtharn Lanjutkan Klan Shinawatra

“Saya akan mendengarkan semua pendapat, sehingga kita dapat membawa negara menuju kemajuan dengan menjaga stabilitas," tambahnya.

Paetongtarn, yang belum pernah menjabat di pemerintahan sebelumnya, akan menghadapi tantangan di berbagai bidang. Mulai dari kegagalan ekonomi, popularitas Partai Pheu Thai yang menurun, serta program pemberian uang tunai dompet digital senilai 500 miliar baht atau sekitar Rp 224 triliun yang menjadi andalannya.

Setelah menerima dukungan kerajaan, Paetongtarn memeluk ayahnya dan anggota keluarga lainnya.

Dalam konferensi pers pertamanya, Paetongtarn menyatakan siap melanjutkan semua kebijakan Srettha. Termasuk soal stimulus dan reformasi ekonomi utama, mengawasi peredaran obat-obatan terlarang, meningkatkan sistem perawatan kesehatan universal negara, dan mempromosikan keragaman gender.

Baca juga : Pasar Pramuka Bakal Jadi Modern, Bersih Dan Teratur

Terkait kebijakan dompet digital, Paetongtarn mengatakan, pihaknya akan mempelajari dan mendengarkan opsi tambahan, untuk memastikan skema tersebut bertanggung jawab secara fiskal.

Tak Mau Tunjuk Thaksin

Paetongtarn mengatakan, dia tidak memiliki rencana untuk menunjuk ayahnya, Thaksin ke posisi pemerintah mana pun. Namun, dia akan tetap mendengarkan nasihatnya.

Rincian kebijakan pemerintahan Paetongtarn akan dipresentasikan ke parlemen, bulan depan.

Jatuhnya Srettha setelah kurang dari setahun menjabat, menjadi alarm risiko bagi Paetongtarn di tengah gejolak politik Thailand yang diwarnai siklus kudeta dan putusan pengadilan, yang telah membubarkan partai politik dan menggulingkan banyak pemerintah dan perdana menteri.

Baca juga : Kalahkan Thailand Dan Vietnam, Industri Manufaktur RI Masih Terkuat Di ASEAN

Warisan dan masa depan politik keluarga miliarder Shinawatra, juga dipertaruhkan.

Setelah persetujuan Raja, Paetongtarn dapat membentuk kabinet dalam beberapa pekan mendatang.

Paetongtarn menjadi perdana menteri termuda Thailand, selang beberapa hari setelah Srettha Thavisin dicopot oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Dia juga menjadi Perdana Menteri wanita kedua Thailand, yang melanggengkan klan Shinawatra setelah Thaksin dan bibinya: Yingluck.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.