Dark/Light Mode

Paus Kagum dengan Pancasila & Bhinneka Tunggal Ika

Selasa, 3 September 2024 08:34 WIB
Paus Fransiskus (Foto: Antara)
Paus Fransiskus (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Paus Fransiskus memulai perjalanan apostoliknya ke Asia-Pasifik. Paus berangkat dari Terminal 3 Bandara Internasional Fiumicino, Roma, Italia, Senin (2/9/2024), pukul 5.15 sore waktu setempat. Sebelum terbang, Paus mengirim salam kepada Presiden Italia Sergio Mattarella dan para pimpinan negara-negara yang dilewatinya.

Paus terbang dengan Pesawat Airbus A330-900neo, salah satu pesawat canggih yang terkenal dengan efisiensinya. Pesawat ini merupakan bagian dari keluarga Airbus A330neo, yang menggabungkan teknologi modern dengan performa tinggi. Pesawat ini ideal untuk penerbangan jarak jauh dan lintas benua karena memiliki kapasitas yang cukup besar dan canggih.

Pesawat ini ditenagai mesin Rolls-Royce Trent 7000 yang lebih efisien bahan bakar, sehingga mampu terbang lebih jauh dengan emisi yang lebih rendah dibandingkan pendahulunya. Pesawat ini dilengkapi fitur-fitur canggih seperti layar sentuh. 

Paus memerlukan jenis pesawat besar karena didampingi sejumlah menteri atau kardinal, dan Garda Swiss, pasukan khusus yang bertanggung jawab atas keselamatan Paus. Bukan cuma itu, dalam rombongan, Paus juga memboyong 75 wartawan dari berbagai negara. 

Ada dua wartawan Muslim yang ikut dalam penerbangan ini. Yaitu Bambang Trismawan dari Rakyat Merdeka, Indonesia, dan Ahmad Asraf bin Suhaimi dari Channel News Asia, Singapura. Di Channel News Asia, Asraf bertugas sebagai juru kamera.

Baca juga : Yaqut Goyang Imin

Sebelum terbang, Paus mengirimkan pesan untuk Presiden Italia Sergio Mattarella. Paus Fransiskus menyampaikan salam penuh hormat sebelum memulai perjalanannya.

"Dalam momen menjelang perjalanan apostolik ini, saya ingin menyampaikan salam dan harapan baik kepada Anda, Tuan Presiden, serta seluruh rakyat Italia," tulis Paus.

Negara pertama yang akan dikunjungi Paus dalam perjalanan ini adalah Indonesia. Sehari sebelum terbang ke Indonesia, Rakyat Merdeka bertemu dengan Romo Agustinus Purnomo, di Asrama Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) di Viale, di Porta Ardeatina, Roma. Lokasinya di pusat Kota Roma. Hanya berjajar 4,3 kilometer dari Vatikan. Asrama ini berdekatan dengan tembok kuno Roma.  

Romo Purnomo adalah Superior General atau pemimpin tertinggi Kongregasi (MSF). Dalam perannya, Romo Purnomo memimpin dan mengarahkan kegiatan serta kebijakan kongregasi secara global, yang fokus pada misi-misi keagamaan, pendidikan, dan sosial.

Dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka, Romo Purnomo menceritakan pengalamannya beberapa kali bertemu dengan Paus Fransiskus. Termasuk saat menjadi penerjemah ketika Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan Trias Kuncahyono menyerahkan surat kredensial kepada Paus Fransiskus pada 11 Desember 2023. Romo Purnomo juga mendampingi pertemuan antara Paus Fransiskus dengan Dubes Trias di ruang kerja Paus di Istana Apostolik.

Baca juga : Maju Di Jakarta, Kang Emil Bilang Disuruh Prabowo

Romo Purnomo mengatakan, kedatangan Paus ke Indonesia adalah kunjungan apostolik. Maknanya, selain sebagai kepala negara, Paus juga bertindak sebagai Pemimpin Agung Gereja Katholik Dunia. Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral kedua negara yang sudah lama terjalin. 

Romo Purnomo juga mengungkapkan bagaimana Paus terkesan dengan Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Paus melihat Indonesia sebagai miniatur bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk bersatu.

Ia menceritakan, Paus pernah membicarakan Bhinneka Tunggal Ika, meskipun dengan pengejaan yang sedikit salah. "Jadi, Paus dan Vatikan sangat memahami dan menghargai konsep Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Paus sangat menghargai nilai-nilai ini," terang Romo Purnomo. 

Romo Purnomo menjelaskan, hubungan Indonesia dengan Vatikan sudah terjalin lama. Vatikan termasuk negara pertama di Eropa yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Pengakuan ini menunjukkan betapa Vatikan menghargai perjuangan kemerdekaan Indonesia yang penuh liku dan perjuangan.

Eratnya hubungan Indonesia dan Vatikan terlihat dari kunjungan pemimpin kedua negara. Presiden Soekarno pernah tiga kali mengunjungi Vatikan. Bahkan mendapat penghargaan setara Bintang Mahaputera. Penghargaan tersebut menunjukkan pengakuan Vatikan terhadap kontribusi Indonesia.

Baca juga : Siang Ini Tiba Di Jakarta, Selamat Datang Paus Fransiskus

Mengenai perkembangan terkini, Romo Purnomo menjelaskan, Paus amat peduli dengan isu lingkungan dan kerja sama internasional. Baru-baru ini Paus juga mengeluarkan seruan tentang perlunya menjaga kelestarian bumi, mengingat kondisi lingkungan yang semakin memburuk.

Menurut Romo Purnomo, tantangan global saat ini melibatkan ketidaksetaraan politik dan ekonomi. Ada perbedaan yang mencolok antara negara kaya dan miskin. "Paus telah mengkritisi ketidakadilan ini dan mendorong upaya kolektif untuk menangani masalah global secara adil," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.