Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dubes Uni Emirat Arab Untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri Paparkan Capaian UEA Di Bidang AI & Teknologi
Kamis, 12 September 2024 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri memaparkan pencapaian negaranya di bidang kecerdasan buatan (Artificial intelligence/ AI) dan teknologi.
Menurutnya, laporan tahunan terbaru Indeks Teknologi PBB menempatkan UEA sebagai negara Arab terdepan di bidang kecerdasan buatan dan teknologi.
“Hanya dalam beberapa tahun, Uni Emirat terus fokus pada penelitian ilmiah, memperkuat posisi globalnya dalam riset dan pengembangan, dan muncul sebagai pemimpin dalam bidang-bidang tertentu yang sebelumnya didominasi oleh negara-negara maju,” kata Dubes Dhaheri dalam kuliah umum di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Senin (9/9/2024).
Sebelumnya, Dhaheri menyoroti kemajuan hubungan bilateral antara UEA dan Indonesia sejak terbentuknya hubungan diplomatik antara kedua negara pada 47 tahun silam. Hubungan bilateral ini terjalin dalam berbagai bidang, mencakup pendidikan, ekonomi, agama, kesehatan, lingkungan, energi, infrastruktur, pertanian, ketahanan pangan, dan lainnya.
Baca juga : Dubes Indonesia Untuk Jepang Heri Akhmadi Kolaborasikan Wastra Nusantara & Kimono
Hubungan bilateral ini, menurutnya, semakin diperkuat oleh kunjungan timbal balik antara kedua kepala negara. Beberapa kunjungan kepala pemerintahan kedua negara adalah kunjungan Presiden Joko Widodo ke UEA pada 18 Juli lalu.
Dalam kunjungannya ini, Jokowi dianugerahi penghargaan Order of Zayed oleh Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Penghargaan ini, lanjutnya, adalah bentuk pengakuan atas upaya Presiden Jokowi memperkuat hubungan bilateral sekaligus penghormatan tertinggi UEA terhadap bangsa Indonesia.
Kembangkan Nuklir
Setelah pembentukan Badan Antariksa UEA pada tahun 2014, UEA telah mencapai banyak prestasi sejak memasuki arena eksplorasi ruang angkasa global. Termasuk keberhasilan tim yang terdiri dari 200 insinyur UEA untuk mengirim misi antarplanet Arab pertama ke Mars. Saat ini, UEA memiliki sektor ruang angkasa aktif terbesar di Teluk dan Timur Tengah.
Dubes Al Dhaheri menjelaskan, di bidang energi, tenaga nuklir telah muncul sebagai teknologi yang aman, bersih, dan terbukti bagi UEA.
Baca juga : Dubes Australia Untuk Indonesia Penny Williams Hangout Bareng Alumni Kampus Australia
Program energi nuklir sipil UEA merupakan landasan Strategi Energi UEA 2050, yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon emisi karbon dioksida sebesar 70 persen, meningkatkan ketergantungan energi bersih hingga 50 persen, dan meningkatkan efisiensi konsumsi energi sekitar 40 persen pada pertengahan abad.
Selain itu, lanjutnya lagi, industri penerbangan UEA juga terus berkembang pesat. Hal ini terbukti dari kemajuan yang dicapai oleh sektor penerbangan sipil dan militer UEA yang mengembangkan komponen untuk pesawat terbang modern melalui kemitraan dengan produsen Eropa dan Amerika.
Pencapaian penting lainnya di sektor ini adalah pembuatan pesawat nirawak UEA pertama oleh ADCO Systems yang dilanjutkan Strata and Dubai Aerospace Industries.
Pada Oktober 2017, UEA menjadi negara pertama yang meluncurkan Strategi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) Nasional. Hanya beberapa hari setelah Strategi AI diluncurkan, Omar Sultan Al Olama ditunjuk sebagai Menteri Kecerdasan Buatan pertama di dunia.
Pada 2030, diperkirakan AI dapat meningkatkan PDB UEA hingga 35 persen dan mengurangi biaya pemerintah hingga 50 persen. Saat ini, UEA memiliki 120 ribu pekerja AI.
Dhaheri berharap bahwa dampak sektor AI dalam ekonomi akan terus meningkat. Terutama setelah diluncurkannya Cetak Biru Universal Dubai untuk Kecerdasan Buatan (Dubai Universal Blueprint for Artificial Intelligence).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya