Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
China Naikkan Batas Usia Pensiun, Pertama Kali Sejak Era 1950
Jumat, 13 September 2024 16:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah China berencana menaikkan usia pensiunnya secara bertahap, untuk pertama kalinya sejak tahun 1950-an.
Hal ini merupakan langkah penyesuaian, untuk menghadapi populasi yang menua dan anggaran pensiun yang menyusut.
Jumat (13/9/2024), Badan Legislatif Tertinggi menyetujui usulan untuk menaikkan usia pensiun menurut Undang-Undang, dari 50 menjadi 55 untuk perempuan dalam kategori pekerjaan kerah biru atau pekerja kasar. Sementara untuk kategori kerah putih atau pekerjaan kantoran, batas usia pensiun naik dari 55 menjadi 58.
Sedangkan batas usia pensiun pria, naik dari 60 menjadi 63.
Usia pensiun China saat ini termasuk yang paling rendah di dunia.
Harus Berkontribusi Lebih
Baca juga : Miyako Hadirkan Inovasi Kipas Angin Dengan Fitur Utama Extra Strong Wind
Xinhua menyebut, perubahan tersebut mulai berlaku pada 1 Januari 2025, dengan ketentuan usia pensiun masing-masing dinaikkan setiap beberapa bulan, selama 15 tahun ke depan.
Pensiun sebelum usia pensiun yang ditetapkan, tidak akan diizinkan. Sekalipun masa pensiun dapat diperpanjang hingga tiga tahun.
Mulai tahun 2030, karyawan di China juga diwajibkan berkontribusi lebih ke sistem jaminan sosial, untuk mendapatkan pensiun.
Sembilan tahun setelahnya atau tahun 2039, karyawan harus berkontribusi selama 20 tahun, jika ingin mengakses pensiun.
Tahun 2019, Akademi Ilmu Sosial China yang dikelola negara mengingatkan, dana pensiun utama negara itu akan kehabisan uang pada tahun 2035. Ini adalah perkiraan sebelum pandemi Covid-19, yang menghantam ekonomi China dengan keras.
Baca juga : Timor Leste Bersiap Menyambut Paus Fransiskus, Pertama Sejak Merdeka
Rencana menaikkan usia pensiun dan penyesuaian kebijakan pensiun di China, mengacu pada penilaian komprehensif terhadap usia harapan hidup rata-rata, kondisi kesehatan, struktur populasi, tingkat pendidikan, dan pasokan tenaga kerja di negara tersebut.
Populasi China yang sangat besar, dilaporkan anjlok dua tahun berturut-turut pada 2023, seiring angka kelahiran yang terus menurun. Sementara usia harapan hidup rata-rata, telah meningkat menjadi 78,2 tahun.
Skeptis
Rencana kenaikan batas usia pensiun ini menuai skeptisisme dan ketidakpuasan di jagat maya China.
"Dalam 10 tahun ke depan, akan ada RUU lain yang akan menunda masa pensiun, hingga kita berusia 80 tahun," tulis seorang netizen via Weibo.
Ada juga yang mengatakan, "Tahun yang menyedihkan! Pekerja paruh baya menghadapi pemotongan gaji dan peningkatan usia pensiun. Mereka yang menganggur, semakin sulit mendapatkan pekerjaan".
Baca juga : Imigrasi Hadirkan Layanan E-Paspor Pertama Di Sydney
Lainnya, mengaku telah mengantisipasi pengumuman tersebut. Situasi seperti ini sudah diduga, sehingga tidak banyak yang perlu dibahas.
"Pria di sebagian besar negara Eropa pensiun saat berusia 65 atau 67 tahun, sementara wanita pensiun pada usia 60 tahun. Ini akan menjadi tren di negara kita juga," kata netizen lainnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya