Dark/Light Mode

Bertemu Presiden Loic, Basuki Bahas Tindak Lanjut WWF Ke-10 Di Bejing

Selasa, 24 September 2024 12:52 WIB
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan dengan Presiden World Water Council (WWC) Loic Fauchon di Bejing pada Senin (23/9).
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan dengan Presiden World Water Council (WWC) Loic Fauchon di Bejing pada Senin (23/9).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan dengan Presiden World Water Council (WWC) Loic Fauchon di Bejing pada Senin (23/9).

"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas dukungan Presiden Fauchon dalam pelaksanaan World Water Forum ke-10, sejak awal proses persiapan di 2019 hingga agenda forum pada 18-25 Mei 2024 lalu," kata Basuki dalam keterangannya, Selasa (24/9).

Sebagai tindak lanjut dari penyelenggaraan WWF ke-10, Basuki mengungkapkan, Kementerian PUPR bersama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah membahas penyiapan Hari Danau Dunia (World Lake Day) sebagai salah satu kesepakatan dalam Bali Forum.

"Kami mengusulkan penetapan Hari Danau Sedunia untuk dibahas dalam Sidang ke-79 Majelis Umum PBB di New York pada 24-28 September 2024. Dari beberapa usulan, 27 Agustus terpilih sebagai Hari Danau Sedunia, sesuai dengan tanggal dilaksanakannya Konferensi Danau Dunia pertama kali pada tahun 1984,” katanya.

Baca juga : Gercep, Menag Yaqut Ke Saudi Bahas Persiapan Haji 2025 Dengan Menteri Haji

Lebih lanjut disampaikan Basuki bahwa Kementerian Luar Negeri telah menyusun draft concept note dan draft resolusi yang akan dibahas dalam platform PBB.

Selain itu, sebagai hasil 10th World Water Forum, Pemerintah Indonesia juga mengusulkan Pusat Pelatihan Sabo di Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta sebagai center of excellence (CoE) untuk ketahanan air dan iklim di Asia Pasifik serta mengusulkan Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (IWRM) di pulau-pulau kecil.

Kedua usulan tersebut, akan disampaikan dalam Jubilee Platinum Konferensi Asia Afrika pada April 2025 di Bandung.

Sementara Parlemen Indonesia telah mengusulkan pembentukan Kaukus Air untuk mengatasi masalah air di Indonesia dan global pada pertemuan di Markas Besar PBB, New York pada 16 Juli 2024.

Baca juga : Bertemu Parlemen Uzbekistan, Ibas Harapkan Peningkatan Kerja Sama

Setelah pertemuan tersebut, Kaukus Air akan diikuti oleh tindakan yang lebih konkret melalui diplomasi dan pembentukan/penguatan undang-undang tentang air di berbagai negara.

Basuki menjelaskan, Indonesia telah menyelenggarakan Indonesia Water Warriors Assemble di Jakarta bersama sekitar 300 komunitas, terutama generasi muda.

Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memobilisasi keterlibatan generasi muda dalam agenda sektor air dan sebagai tindak lanjut *Bali Youth Plan*.

"Untuk mendorong peran generasi muda di sektor air, Pemerintah Indonesia akan memberikan Bali Youth Water Prize pada World Water Forum berikutnya di Riyadh,” kata Basuki.

Baca juga : Bertemu Parlemen Uzbekistan, Ibas Berharap Kerja Sama Semakin Intens

Pada kesempatan ini, Basuki juga menyampaikan, kebanggaan Indonesia bahwa Menteri Luar Negeri Retno Marsudi baru-baru ini ditunjuk menjadi UN Special Envoy on Water atau Utusan Khusus PBB untuk Air.

"Ini adalah kesempatan untuk mempercepat penerapan hasil World Water Forum ke 10 serta mendorong agenda SDG dan air sebagai agenda prioritas politik dunia, terutama dengan ditunjuknya Ibu Retno Marsudi. Kami harap bisa terus bekerja sama dengan WWC dalam pengembangan sektor air kita di masa depan,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.