Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dikatain Cacat Mental, Kamala Harris Santuy
Politisi Republik Sibuk Lurusin Ocehan Trump
Selasa, 1 Oktober 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Calon Presiden (Capres) Partai Republik Donald Trump kembali melontarkan ejekan buat lawan politiknya, Kamala Harris. Kali ini, Trump menyebut Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) itu cacat mental.
Komentar ini dilontarkan Trump saat berkampanye di Wisconsin, Sabtu (28/9/2024). Dia juga menyebut Harris tidak waras. Semua ejekan yang mengarah ke fisik ini terus dilontarkan Trump jelang Pemilu Presiden (Pilpres) yang makin dekat.
Bukannya mendukung, para politisi Partai Republik sibuk meluruskan pernyataan Trump. Salah satunya Senator dari South Carolina Lindsey Graham.
Baca juga : Tahanan Ketakutan Masuk Sel Isolasi Lagi
“Saya rasa, lebih baik serang kebijakan-kebijakannya semasa bertugas di pemerintahan,” ujar Graham yang menyayangkan langkah Trump, dikutip Guardian, Senin (30/9/2024).
Dia menyebut komentar Trump terlalu berlebihan. “Yang gila bukan orangnya, kebijakan yang dia buat yang gila,” sambung Graham.
Trump mengejek Harris saat berkunjung ke perbatasan AS dengan Meksiko. Di arena kampanye, tim kampanye Trump memasang poster-poster yang menampilkan imigran ilegal di AS yang telah ditangkap karena tindakan kriminalitas seperti pembunuhan dan kejahatan lainnya.
Baca juga : Tissa Biani, Unggah Foto Dul Suapin Kue Ultah
Spanduk-spanduk bertuliskan “Akhiri Kejahatan Imigran” dan “Deportasi Imigran Ilegal Sekarang” meramaikan kampanye Trump pada Sabtu (28/9/2024) siang waktu setempat.
Mantan Presiden AS itu juga menyalahkan Harris dan Presiden Joe Biden karena membiarkan imigran tanpa dokumen masuk ke AS.
Trump juga menuduh beberapa imigran ingin memperkosa, menjarah, mencuri, merampok dan membunuh rakyat AS.
Baca juga : Kasus Pembubaran Diskusi di Kemang, Polisi Tetapkan 2 Tersangka
Tidak mau terbawa gaya Trump yang hobi mengejek lawan politiknya, politisi Republik dari Minnesota, Tom Emmer, mengingatkan tim kampanye Trump fokus ke kebijakan rivalnya.
“Kita harus fokus membahas masalah. Trump pernah memperbaiki isu imigran, tapi Harris merusaknya. Itu yang harus dibahas,” ujar Emmer.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya