Dark/Light Mode

Lontarkan Ejekan Sindrom Tourette Di Parlemen, PM Australia Minta Maaf

Rabu, 9 Oktober 2024 21:02 WIB
PM Australia Anthony Albanese (Foto: Instagram)
PM Australia Anthony Albanese (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese minta maaf karena membuat komentar yang menyakitkan di parlemen, usai mengejek anggota parlemen oposisi, dengan menanyakan apakah mereka mengidap sindrom Tourette, Selasa (8/10/2024).

Pernyataan yang segera ditarik itu sukses membuat marah para pendukung disabilitas. Anggota parlemen di seluruh spektrum politik menyebut kalimat yang dilontarkan Albanese hina dan tak ramah disabilitas.

Albanese kembali ke ruang sidang pada Selasa (8/10/2024) malam, untuk mencoba mendapatkan maaf dari warga Australia pengidap sindrom tersebut.

"Saya menyesal mengatakannya. Itu salah. Saya tidak peka. Saya minta maaf," kata Albanese dalam pidatonya, seperti dikutip BBC.

Baca juga : Ini, Harapan Indonesian Petroleum Association Pada Pemerintahan Baru

Sekadar latar, ejekan tersebut dilontarkan Albanese setelah dia menghadapi interupsi dari anggota parlemen, termasuk bendahara bayangan Angus Taylor, saat berpidato tentang perubahan pajak.

"Apakah Anda menderita Tourette atau semacamnya? Anda tahu, Anda hanya duduk di sana, mengoceh, mengoceh, mengoceh," kata Albanese, menanggapi interupsi tersebut.

Sindrom Tourette adalah suatu kondisi yang menyebabkan orang membuat gerakan atau suara tak sadar, yang disebut tic.

Menanggapi kejadian ini, Presiden Asosiasi Sindrom Tourette Australia mengatakan, komentar Albanese menunjukkan perlunya upaya meningkatkan kesadaran tentang gangguan sindrom Tourette.

Baca juga : Dihujani Protes Keras, PM Israel Benjamin Netanyahu Minta Maaf

"Menggunakan istilah tersebut dengan cara yang sembrono dan asal bicara, menunjukkan banyak hal. Ini artinya, kami masih harus banyak bekerja," kata Mandy Maysey kepada Seven News.

"Jika orang melihat Albanese melakukan itu di parlemen, maka itu akan menular. Orang-orang sudah menggunakannya sebagai bahan tertawaan atau hinaan," tambahnya.

Juru Bicara Disabilitas Partai Hijau Australia, Jordon Steele-John, yang menderita cerebral palsy, mengkritik Albanese karena menggunakan disabilitas sebagai bahan leluconnya. Dengan mengatakan bahwa disabilitas yang biasa-biasa saja tetaplah disabilitas.

Sementara Juru Bicara Kesehatan Oposisi Anne Ruston menyebut, ejekan semacam itu adalah hal yang keji. Dia bahkan menuntut PM Albanese untuk minta memaaf kepada seluruh komunitas Tourette.

Baca juga : 4 Demonstran Panjat Atap Gedung Parlemen Australia

"Mengejek disabilitas bukanlah hal yang lucu," tulisnya di X.

Penelitian memperkirakan, satu dari 100 anak usia sekolah di Australia menderita sindrom Tourette. Dan sekitar 1-2 persen di antaranya mengidap gangguan tersebut di Inggris.

Sindrom Tourette adalah kondisi neurologis yang diwariskan secara genetik. Kondisi ini dapat diturunkan dari orang tua kandung kepada anak-anak mereka.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.