Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tolak Evakuasi Paksa Israel
Warga Palestina: Mending Mati Daripada Ngungsi
Kamis, 10 Oktober 2024 17:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tentara Israel memerintahkan warga Palestina di Jabalia, Beit Hanoun, dan Beit Lahia untuk meninggalkan rumah mereka di Gaza utara dan bergerak ke selatan. Namun, banyak warga Palestina menolak.
"Lebih baik mati daripada pergi," kata Ibrahim Awda, yang tinggal bersama keluarganya di sebuah tenda di Kamp Pengungsi Jabalia, kepada kantor berita Turki, Anadolu.
"Tentara penjajah ini memaksa kami bermigrasi dan pindah ke selatan setelah satu tahun bertahan di utara dan setelah kehilangan rumah dan pekerjaan kami," tambahnya.
Baca juga : Demo Stop Perang Di Gaza Dan Lebanon Guncang Dunia
Awda, yang kehilangan dua anak dan rumahnya akibat serangan Israel, mengatakan, penduduk Palestina di Kamp Jabalia menolak untukmematuhi perintah evakuasi Israel.
"Mereka tidak akan meninggalkan rumah mereka di Gaza utara kecuali kami mati," tegas lelaki 42 tahun itu.
Menurut laporan Anadolu, tentara Israel telah memperketat pengepungan di sekitar Gaza utara dari segala arah, dan memutus hubungan dengan Gaza City.
Baca juga : Indonesia Desak Pengakuan Palestina, Menlu Retno: Tak Ada Alasan Menunggu
Serangan militer di Jabalia ini adalah yang ketiga oleh tentara Israel sejak pecahnya konflik Gaza tahun lalu.
Otoritas kesehatan setempat mengungkap, ratusan warga Palestina tewas dan ribuan terluka dalam penembakan artileri dan serangan udara Israel di kamp tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Awda mengatakan, tentara Israel mencoba menipu warga Gaza utara dengan mengeklaim bahwa wilayah selatan "aman" bagi mereka. "Keberlanjutan kejahatan Israel dan pembunuhan yang disengaja terhadap warga sipil yang mengungsi menunjukkan kebohongan mereka," tambahnya.
Baca juga : Jelang Satu Tahun Agresi Israel Ke Palestina, YKMI: Genosida Belum BerakhirÂ
Awda mencontohkan kematian sedikitnya 26 orang pada akhir pekan ini dalam serangan Israel terhadap sebuah sekolah dan masjid yang menjadi tempat penampungan pengungsi di kota Deir al-Balah di pusat Gaza.
"Pembantaian ini terjadi pada hari yang sama saat tentara Israel mengeluarkan perintah evakuasi bagi kami untuk menuju ke selatan," kata Awda.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya