Dark/Light Mode

Buntut Beijing Kepung Wilayah Laut Taiwan

Gertak China, AS Dan Filipina Latihan Perang

Rabu, 16 Oktober 2024 06:20 WIB
Para perwira dari Korps Marinir Filipina dan Marinir Amerika Serikat dalam upacara pembukaan latihan militer bersama Kamandag 2024 di Fort Bonifacio, Manila, Filipina, Selasa (15/10/2024). Foto: AFP/TED ALJIBE
Para perwira dari Korps Marinir Filipina dan Marinir Amerika Serikat dalam upacara pembukaan latihan militer bersama Kamandag 2024 di Fort Bonifacio, Manila, Filipina, Selasa (15/10/2024). Foto: AFP/TED ALJIBE

RM.id  Rakyat Merdeka - Belum usai ketegangan gara-gara China menggelar latihan besar-besaran di sekitar Taiwan, Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, Filipina, meluncurkan latihan gabungan selama 10 hari di Filipina utara dan barat, Selasa (15/10/2024).

Ribuan marinir AS dan Filipi­na bergabung dalam latihan yang disebut Operasi Kamandag atau Venom. Latihan ini difokuskan untuk mempertahankan pantai utara pulau utama Filipina, Lu­zon, yang berjarak sekitar 800 kilometer (km) dari Taiwan.

Fokus utama latihan ini adalah latihan tembak langsung di sepan­jang pantai utara Luzon. Sedangkan kegiatan lainnya akan dilaku­kan di pulau-pulau kecil Filipina antara Luzon dan Taiwan.

Baca juga : Emas, Rumah Hingga Vila Dirampas Untuk Negara

Pulau Palawan di Filipina barat yang menghadap Laut China Selatan yang disengketakan juga akan menjadi lokasi bagian dari latihan ini.

Latihan gabungan AS-Filipina ini dilakukan di tengah serang­kaian konfrontasi China kepada negara-negara yang berbatasan dengan wilayah lautnya.

Tak hanya Taiwan yang men­jadi korban China, teror serupa ternyata juga meningkat di wilayah perairan Filipina.

Baca juga : Bahagia Tanpa Suami

Ketika China menggertak Tai­wan karena menganggap negara tersebut sebagai bagian dari wilayahnya, Beijing juga meng­ganggu Filipina terkait klaim wilayah terumbu karang dan perairan di Laut Cina Selatan sepenuhnya adalah milik China.

Langkah provokatif China melakukan pengepungan wilayah laut Taiwan terjadi dalam rangka latihan perang, Senin (14/10/2024).

Menurut Taiwan, 153 pesawat militer China mengudara di sekitar wilayahnya dalam waktu 25 jam hingga Selasa (15/10) pagi, sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

Baca juga : Kabinet Bertambah, Komisi Di DPR Bertambah

Disebutkan, sebanyak 111 pe­sawat militer China di antaranya terpantau mengudara melintasi garis median Selat Taiwan, yang memisahkan daratan utama China dan Taiwan.

Pengerahan pesawat-pesawat militer Beijing dilakukan setelah negara itu mengirimkan rentetan jet tempur, drone, kapal perang dan kapal penjaga pantai dalam latihan besar-besaran sepanjang Senin (14/10/2024) waktu setempat.

Menanggapi isu terkait manuver China tersebut, Komandan Korps Marinir Filipina Mayor Jenderal Arturo Rojas pun buka suara.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.