Dark/Light Mode

AS Izinkan Ukraina Pakai Rudal Jarak Jauh

Kremlin: Putaran Baru Konflik Dimulai, Posisi Moskow Sudah Sangat Jelas

Senin, 18 November 2024 18:52 WIB
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov (Foto: TASS)
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov (Foto: TASS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kremlin angkat bicara soal izin yang diberikan Amerika Serikat (AS) kepada Ukraina, untuk menggempur Rusia dengan menggunakan rudal jarak jauh milik Amerika (ATACMS).

“Keputusan ini bisa dimaknai sebagai putaran baru eskalasi ketegangan secara kualitatif,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, seperti dilansir TASS, Senin (18/11/2024).

"Jika keputusan seperti itu memang telah dirumuskan dan dikomunikasikan kepada rezim Kiev, maka, tentu saja, ini adalah putaran eskalasi ketegangan dan situasi baru secara kualitatif terkait keterlibatan Amerika dalam konflik ini," tegasnya.

Baca juga : Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan Terbit Tanpa Komunikasi, PT WIKI Ngadu ke DPR

Peskov menuturkan, posisi Moskow mestinya sudah sangat jelas bagi semua orang.

“Sinyal-sinyal ini telah diterima oleh Barat secara kolektif. Posisi ini telah disampaikan secara langsung oleh Presiden Putin di St. Petersburg," ujar Peskov.

Untuk diketahui, pada 12 September 2024, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, penggunaan senjata jarak jauh Barat terhadap Rusia dapat diartikan sebagai bentuk keterlibatan langsung Amerika dan negara-negara NATO lainnya dalam perang di Ukraina.

Baca juga : Ara: Langkah Jokowi Realokasi Anggaran Negara untuk Atasi Covid-19 Sangat Tepat

"Ini akan mengubah sifat konflik secara drastis. Rusia akan dipaksa untuk mengambil tindakan yang tepat dalam menanggapi ancaman yang meningkat,“ tegas Putin kala itu.

Menurutnya, Ukraina tidak akan dapat menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia tanpa dukungan Barat. Karena upaya tersebut membutuhkan intelijen satelit dan misi penerbangan yang canggih.

Pada 17 November 2024, The New York Times melaporkan, Biden telah mengizinkan Ukraina melakukan serangan jarak jauh ke Rusia, dengan menggunakan rudal balistik taktis (ATACMS). 

Baca juga : Jokowi Keluhkan Perizinan Yang Masih Ruwet

Sementara Le Figaro mengklaim, Prancis dan Inggris telah memberikan lampu hijau kepada Ukraina untuk melakukan serangan dengan rudal taktis SCALP dan Storm Shadow. Artikel itu kemudian ditarik dari situs web surat kabar Prancis tersebut, tanpa penjelasan.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmî terkait hal tersebut. Baik dari Washington, Paris, atau London.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.