Dark/Light Mode

Kabinet Israel Mau Rapat Soal Lebanon, Gencatan Senjata Di Depan Mata?

Selasa, 26 November 2024 11:30 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Instagram)
PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Meskipun negosiasi antara Israel dan Hizbullah terlihat membuahkan hasil, pembicaraan paralel untuk mengakhiri perang di Gaza telah menemui jalan buntu selama berbulan-bulan.

Bulan ini, Qatar menarik diri dari perannya sebagai mediator antara Israel dan Hamas, kelompok militan Palestina yang diperangi Israel di Gaza.

Baca juga : KP2MI Dan Kemenlu Bahas Penguatan Pekerja Migran Indonesia

Perang di Lebanon dimulai pada 8 Oktober 2023,  ketika Hizbullah menembakkan roket ke Israel untuk mendukung serangan mematikan Hamas sehari sebelumnya.

Israel bertekad mengembalikan sekitar 60 ribu penduduk yang telah mengungsi dari komunitas di Israel utara, karena serangan Hizbullah.

Baca juga : AS Nggak Serius Stop Perang Di Timur Tengah

September 2024, Israel melancarkan eskalasi perang besar-besaran terhadap Hizbullah. Serangan tersebut menghancurkan sebagian besar infrastruktur dan persenjataannya, serta menewaskan Komandan Hizbullah Hassan Nasrallah dan tokoh senior lainnya.

Otoritas Lebanon melaporkan, lebih dari 3.750 orang telah tewas dan sedikitnya 15.600 orang terluka sejak serangan Oktober 2023. Lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.