Dark/Light Mode

Israel-Hizbullah Lakukan Gencatan Senjata

Warga Di Gaza Seperti Anak Tiri Dan Yatim Piatu

Kamis, 28 November 2024 06:20 WIB
Seorang wanita Palestina yang mengungsi memeriksa tenda yang terendam banjir di Khan Younis,Jalur Gaza selatan, Minggu (25/11/2024). Foto: HATEM KHALED/REUTERS
Seorang wanita Palestina yang mengungsi memeriksa tenda yang terendam banjir di Khan Younis,Jalur Gaza selatan, Minggu (25/11/2024). Foto: HATEM KHALED/REUTERS

RM.id  Rakyat Merdeka - Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon akhirnya sepakat melakukan gencatan senjata mulai Rabu (27/11/2024) pukul 04.00 waktu Tel Aviv, atau pukul 02.00 waktu Beirut. Masa tenang ini akan berlangsung selama 60 hari.

Kesepakatan ini merupakan tonggak penting dalam perang yang telah berlangsung selama 14 bulan di Lebanon. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut, gencatan senjata itu sebagai momen bersejarah.

Setidaknya 55 orang tewas pada Senin (25/11/2024) dalam serangan udara Israel di Leba­non, sehingga jumlah korban tewas sejak Oktober 2023 men­capai 3.823. Demikian data Ke­menterian Kesehatan Lebanon Selasa (26/11/2024).

Sebanyak 160 orang yang terluka dalam 24 jam terakhir, meningkatkan jumlah korban luka menjadi 15.859 orang.

Baca juga : Penyidikan Lanjut, Kejagung Kini Mencari Bukti Tambahan

Israel mulai menginvasi Lebanon selatan pada Senin (30/9/2024). Israel dan Hizbul­lah memiliki sejarah konflik se­lama beberapa dekade. Namun, pertempuran lintas batas antara Israel dan Hizbullah di Leba­non tersebut dipicu pertikaian di Gaza.

Di tengah kelegaan yang di­rasakan warga Lebanon, ada kesedihan yang dirasakan warga Palestina. Terutama mereka yang tinggal di Jalur Gaza.

Kabar gencatan senjata Israel dengan Hizbullah membuat mereka merasa dianaktirikan dunia. Pasalnya, pasukan Israel masih dengan kejam menyerang titik-titik kamp pengungsi setelah 14 bulan konflik yang telah meng­hancurkan Jalur Gaza dan me­newaskan lebih dari 44.000 orang.

“Ini menunjukkan Gaza adalah yatim piatu, tanpa dukungan dan belas kasihan dari dunia yang tidak adil,” keluh ayah dari lima anak yang tinggal di kamp pengungsi di Gaza, Abdel-Ghani, dikutip Reuters, Rabu (27/11/2024).

Baca juga : Pernikahan Tak Diakui Negara

Dia sangat sedih dan sudah muak dengan dunia yang telah gagal memberikan solusi apapun untuk Palestina.

“Mungkin, akan ada kesepakatan lain untuk Gaza, mungkin. Kami hanya bisa berharap,” harapnya.

Sebelumnya, Hizbullah ber­sikeras tidak akan menyetujui gencatan senjata hingga perang di Gaza berakhir. Namun mereka membatalkan syarat tersebut.

“Kami memiliki harapan besar bahwa Hizbullah akan tetap teguh sampai akhir, tetapi tam­paknya mereka tidak bisa,” ujar seorang pengusaha di Kota Gaza, Tamer Al-Burai.

Baca juga : Menko Polkam: Jangan Golput

Sama seperti mayoritas warga di Jalur Gaza, Tamer juga mengungsi dari rumahnya yang run­tuh akibat serangan udara Israel.

“Kami takut tentara Israel akan makin leluasa membantai di Gaza,” imbuhnya.

Upaya berbulan-bulan yang dilakukan mediator Arab, Qa­tar dan Mesir, yang didukung AS, sejauh ini gagal mencapai gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Padahal, gencatan senjata itu akan mengakhiri perang di Gaza dan kesepakatan pembebasan sandera. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 28 November 2024 dengan judul "Israel-Hizbullah Lakukan Gencatan Senjata, Warga Di Gaza Seperti Anak Tiri Dan Yatim Piatu"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.