Dark/Light Mode

Pakar: Rekam Jejak Poltracking Teruji Lakukan Metode Survei dengan Baik

Senin, 11 November 2024 12:34 WIB
Logo Poltracking Indonesia (Foto: Istimewa)
Logo Poltracking Indonesia (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Poltracking Indonesia punya rekam jejak bagus dalam dunia survei politik. Poltracking menjadi salah satu lembaga survei paling akurat di Tanah Air. Konsistensi dan ketepatan prediksinya dari Pemilu 2014 hingga Pemilu 2024 menunjukkan keunggulan metodologi dan integritas data. Hal ini mengukuhkan posisi Poltracking sebagai salah satu tolok ukur lembaga survei politik nasional.

Keunggulan lembaga surve yang dipimpin Hanta Yuda ini telah terlihat sejak Pemilu 2014. "Saya masih ingat Hanta Yuda pernah membuat satu pernyataan ketika dia melakukan quick count dan Poltracking Institute itu yang paling mendekati hasil dari Pemilu 2014,” kata Pakar dan Guru Besar Politik Prof Ikrar Nusa Bhakti, seperti keterangan yang diterima redaksi, Senin (11/11/2024).

Sejak awal, Poltracking menjadi salah satu lembaga survei yang paling jernih dalam melihat kontestasi demokrasi. Prof Ikrar menambahkan, Poltracking membuktikan kredibilitas sebagai lembaga survei yang mampu mempertanggungjawabkan data secara akurat.

Baca juga : Kedaulatan Islam Tak Diukur dari Politik, Tapi Cara Laksanakan Ajaran Agama dengan Hikmah

"Poltracking pada saat itu melakukan dengan benar-benar sangat baik, khususnya ketika setelah polling itu terjadi,” ucapnya.

Pada Pilpres 2019, Poltracking kembali menunjukkan akurasinya dengan hasil survei yang paling mendekati hasil resmi KPU. Survei yang dilakukan pada 1-8 April 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,5 persen dan Prabowo-Sandiaga 45,5 persen.

Keakuratan ini dicapai berkat metode canggih yang diterapkan Poltracking. Survei dilakukan menggunakan model prediktif yang menghasilkan nilai probabilitas, digunakan untuk memprediksi arah pemilih yang belum menentukan pilihan. Metode ini menunjukkan keunggulan Poltracking dalam mengelola data undecided voters.

Baca juga : Mentan Amran Tegaskan Modernisasi Kunci Peningkatan Produksi

Komitmen Poltracking terhadap akurasi dan keterwakilan data terbukti melalui metode multistage random sampling yang diterapkan. Dengan sampel sebanyak 2.000 responden dan margin of error plus minus 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, Poltracking menunjukkan standar tinggi dalam pengumpulan dan analisis data.

Akurasi Poltracking juga terlihat pada Pilpres 2024. Lembaga ini menempati posisi teratas dalam perbandingan hasil quick count dengan rekapitulasi KPU dari seluruh lembaga survei yang tergabung dalam Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi). Poltracking menunjukkan keunggulan dengan menggunakan sampel hingga 3.000 TPS di seluruh wilayah Indonesia, jauh melebihi standar lembaga survei lain.

Hasil quick count Poltracking untuk Pilpres 2024 menunjukkan akurasi luar biasa. Dengan data masuk 100 persen, prediksi Poltracking hanya berselisih rata-rata 0,12 persen dari hasil resmi KPU.

Baca juga : Kembangkan Program PSIAP, DJP Terus Lakukan Reformasi Perpajakan

Keberhasilan Poltracking tidak hanya terletak pada angka-angka, tetapi juga pada kepercayaan publik yang terus meningkat. Konsistensi akurasi dari pemilu ke pemilu telah mengubah skeptisisme masyarakat menjadi keyakinan terhadap integritas dan profesionalisme Poltracking.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.