Dark/Light Mode

Pebebasan Sandera Deal, Dunia Tunggu Kabinet Israel Sepakati Gencatan Senjata

Jumat, 17 Januari 2025 14:12 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meminta anggota kabinet melakukan pertemuan, Jumat (17/1/2025), terkait gencatan senjata Israel-Hamas.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meminta anggota kabinet melakukan pertemuan, Jumat (17/1/2025), terkait gencatan senjata Israel-Hamas.

 Sebelumnya 
Mengenai keputusan kesepakatan itu, menteri kabinet Netanyahu terpecah soal gencatan senjata. Dua menteri menyatakan secara terbuka menentang keputusan Tel Aviv tersebut.

Dikutip AFP, Menteri Keuangan sekaligus politikus sayap kanan Bezalel Smotrich menyebut kesepakatan ini sebagai kesepakatan buruk dan berbahaya bagi keamanan Negara Israel.

Baca juga : Tuduh Hamas Peras Konsesi Menit Terakhir, Israel Tunda Voting Gencatan Senjata

Dalam pernyataannya pada Rabu malam, Smootrich dan partainya, bahkan mengancam akan keluar dari kabinet Netanyahu jika gencatan senjata disepakati Israel.

"Terlepas dari kebahagiaan kami atas kepulangan para sandera, perjanjian ini (gencatan senjata) menyepelekan pencapaian perang Israel Ketika para pahlawan kita di medan perang mengorbankan nyawa mereka," paparnya.

Baca juga : Komunikasi Pusat Dan Daerah Berjalan Baik

Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir juga menilai kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas sebagai bencana. Senada dengan Smootrich, Ben Gvir dan partainya juga mengancam akan keluar dari kabinet jika Israel menyepakati gencatan senjata.

Keluarga Sandera

Sejumlah kerabat dari para sandera yang ditawan Hamas di Gaza, mengungkapkan perasaan mereka yang campur aduk mengenai kesepakatan yang dicapai antara Israel dan Hamas tentang pembebasan sandera.

Baca juga : MenPAN-RB Dorong Kaum Hawa Isi Jabatan Penting

Keluarga-keluarga sandera berkumpul di alun-alun Tel Aviv tempat mereka mengadakan demonstrasi selama lebih dari setahun. Mereka meneriakkan nama-nama sandera dan menuntut pembebasan 98 orang yang ditawan Hamas, hidup dan mati, sejak penculikan mereka pada 7 Oktober 2023.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.