Dark/Light Mode

Apresiasi Gencatan Senjata Hamas-Israel

Menlu Sugiono: Indonesia Siap Berkontribusi Dalam Pemulihan Gaza

Kamis, 16 Januari 2025 15:49 WIB
Warga Palestina bersorak gembira terkait kabar kesepakatan gencatan senjata dengan Israel, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 15 Januari 2025. (Foto: REUTERS/Mohammed Salem)
Warga Palestina bersorak gembira terkait kabar kesepakatan gencatan senjata dengan Israel, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 15 Januari 2025. (Foto: REUTERS/Mohammed Salem)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Sugiono menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Ia mendorong agar kesepakatan ini dilaksanakan segera dan secara komprehensif, guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban.

Kekejaman Israel telah memakan puluhan ribu nyawa warga Palestina. Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan, lebih dari warga Gaza 46.000 tewas sejak perang berkecamuk di wilayah itu pada 7 Oktober 2023.

Baca juga : Biden Umumkan Deal Gencatan Senjata Israel-Hamas, Ini Bocoran Kesepakatannya

Sugiono mengatakan, angka ini bukan hanya statistik semata, sebab setiap angka adalah nyawa. Menlu RI mendorong solusi dua negara yang telah disepakati masyarakat internasional.

"Kami harapkan gencatan senjata ini bisa menjadi momentum mendorong perdamaian di Palestina. Saya tegaskan, bahwa perdamaian tersebut hanya dimungkinkan jika Palestina telah merdeka dan berdaulat," ujarnya lewat X, @Menlu_RI pada Kamis (16/1/2024).

Baca juga : Mengapa Moderasi Beragama Penting?

Menlu Sugiono menambahkan, Indonesia siap berkontribusi dalam upaya pemulihan kehidupan masyarakat di Gaza. Baik itu melalui bantuan kemanusiaan, maupun dukungan terhadap UNRWA, badan PBB yang mengurusi bantuan untuk pengungsi Palestina. Sugiono juga menekankan, Indonesia juga siap berkontribusi dalam upaya rekonstruksi Gaza.

Pengumuman gencatan senjata di Gaza disampaikan Perdana Menteri (PM) Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani. Gencatan senjata antara Israel dan Hamas akan dimulai hari Minggu (19/1/2025).

Baca juga : Mengapa Moderasi Beragama Penting?

Gencatan senjata melibatkan pertukaran tahanan dan pembebasan sandera. Kesepakatan tersebut, yang dimediasi Qatar, Mesir, dan AS. Semoga gencatan senjata itu untuk mengakhiri konflik selama lebih dari 15 bulan.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.