Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Minta Pegawai Bidang Nuklir Ngantor Lagi, Washington Kalang Kabut
Senin, 17 Februari 2025 04:05 WIB
Sebelumnya
NNSA, yang berada di bawah Departemen Energi, mengawasi laboratorium nasional Lawrence Livermore di California dan bertanggung jawab atas keselamatan dan keandalan hulu ledak nuklir; laboratorium nasional Los Alamos di New Mexico; pabrik Pantex di Texas; kompleks keamanan nasional Y12 di Tennessee, sumber komponen senjata nuklir uranium yang diperkaya dan lokasi lainnya.
Badan tersebut menjalankan anggaran tahunan sebesar 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp 404,5 triliun dan sekarang mengawasi program modernisasi senjata.
Baca juga : Ngantor 3 Hari, WFA 2 Hari
Saat ini, lembaga tersebut mempekerjakan lebih dari 65 ribu pegawai federal dan kontrak di seluruh negeri. Menurut laporan kantor anggaran Kongres, AS diproyeksikan akan menghabiskan sekitar 756 miliar dolar AS (Rp 12.200 triliun) untuk kekuatan nuklir periode 2023-2032.
Tahun lalu, Pemerintahan Joe Biden menyetujui strategi nuklir AS untuk mempersiapkan kemungkinan konfrontasi nuklir terkoordinasi dengan Rusia, China dan Korea Utara.
Baca juga : Pram Mulai Latihan Ngantor di Balai Kota
Pekan lalu, Trump mengatakan ingin semua negara bergerak menuju denuklirisasi setelah pihaknya membereskan semua masalah di Timur Tengah dan Ukraina.
“Tidak ada alasan bagi kita untuk membangun senjata nuklir baru. Kita sudah memiliki begitu banyak,” ujar Trump di Gedung Putih, Kamis (13/2/2025).
Baca juga : Urusan Pagar Laut, Seret Ke Meja Hijau
Menurut Departemen Energi AS, hingga September 2023, AS memiliki 3.748 hulu ledak nuklir. Menurun dari stok 22.217 hulu ledak nuklir pada tahun 1989 dan 31.255 pada 1966.
Menurut Federasi Ilmuwan AS, Rusia diperkirakan memiliki stok 4.380 hulu ledak nuklir dan China memiliki sekitar 600 hulu ledak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya