Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Sebuah desa wisata di China ketahuan menggunakan salju sintetis, alias salju buatan. Hal itu dilakukan untuk menarik minat wisatawan.
Dilansir Sky News, cuaca hangat yang tidak terduga membuat sebuah desa di Chengdu, Ibu Kota Provinsi Sichuan, China, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada salju yang turun. Padahal, desa itu terkenal dengan wisata saljunya.
Baca juga : Rakyat Boleh Makan Siang Gratis
Untuk menarik perhatian para wisatawan, pengelola membuat ide menggunakan salju buatan. Mereka menggunakan kapas dan air sabun untuk membuat salju palsu.
Wisatawan yang telanjur berkunjung ke desa itu merasa tertipu. Wisatawan menyebut itu salju yang menyesatkan.
Baca juga : Sharing tips Kelola Keuangan
“Desa salju tanpa salju,” kata seorang netizen.
Menanggapi komplain wisatawan, desa itu mengeluarkan sebuah pernyataan di aplikasi media sosial China Wechat. Desa tersebut meminta maaf dan menawarkan pengembalian uang kepada para pengunjung.
Baca juga : Pesan Ketum ASPRINDO: Pengusaha Bumiputera Harus Bangkit dan Bersatu
“Untuk menciptakan suasana bersalju, desa wisata membeli kapas untuk salju. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan, sehingga meninggalkan kesan buruk bagi para wisatawan. Kami minta maaf,” kata proyek Desa Salju Chengdu dalam pernyataan tersebut.
Saat ini, kawasan wisata tersebut diyakini telah dibersihkan dari salju sintetis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya