Dark/Light Mode

Kabar Terbaru Dari Vatikan: Paus Fransiskus Gagal Ginjal Tahap Awal

Senin, 24 Februari 2025 07:57 WIB
Paus Fransiskus (Foto: Instagram)
Paus Fransiskus (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Paus Fransiskus yang saat ini berada dalam kondisi kritis akibat penyakit pneumonia di kedua paru-paru, ternyata juga mengalami gagal ginjal skala ringan yang dilaporkan terkendali. Namun, krisis pernapasannya tidak bertambah buruk sejak kemarin sore.

“Beberapa hasil tes darah Paus menunjukkan gagal ginjal ringan tahap awal, yang saat ini terkendali. Paus tetap menunjukkan kewaspadaan. Dia mampu berorientasi dengan baik,” jelas Vatikan seperti dilansir CNN International, Minggu (23/2/2025).

Paus Fransiskus yang saat ini terus menerima suplai oksigen, mengikuti Misa Kudus dari apartemen di lantai 10 RS Gemelli, Roma, Italia pada Minggu (23/2/2025) pagi.

“Kompleksitas gambaran klinis, dan kepastian menjalani terapi farmakologis untuk memberikan umpan balik, tetap mengharuskan adanya prognosis tetap dicadangkan,” kata Vatikan.

Sebelumnya, pada Minggu (23/2/2025), Vatikan mengatakan Paus Fransiskus telah menerima pasokan oksigen beraliran tinggi, setelah mengalami krisis pernapasan. Namun, kondisinya masih tetap terkendali.  

Vatikan menuturkan, Paus Fransiskus yang absen menyampaikan doa Angelus mingguan untuk ketiga kali dalam sejarah kepausannya, akan tetap menjalani perawatan di rumah sakit setelah diagnosis pneumonia di kedua paru-parunya. 

Baca juga : Di Tengah Kondisi Kritis, Paus Fransiskus Minta Terus Didoakan

Dalam teks khotbah Minggu (23/2/2025), Paus Fransiskus menyampaikan ucapan terima kasih kepada staf medis atas dedikasi mereka dalam merawat dirinya.

Kondisi Paus Fransiskus tampak membaik pada awal minggu ini. Vatikan menggambarkannya sebagai bentuk respons positif terhadap perawatan medis pneumonia ganda.

Paus Fransiskus yang masuk RS Gemelli pada tanggal 14 Februari, dan awalnya menjalani tes untuk infeksi saluran pernapasan. Setelah CT scan, dia didiagnosis menderita pneumonia di kedua paru-paru.

Dr. Jamin Brahmbhatt dari Orlando Health Medical Group Urology, yang mengkhususkan diri dalam operasi ginjal, mengimbau publik agar tidak mengkhawatirkan update terbaru Vatikan tentang kondisi Paus Fransiskus.

"Saya tidak berpikir itu sesuatu yang signifikan, meski kondisinya masih cukup kritis," kata Brahmbhatt.

Menurutnya, ginjal adalah organ yang sangat rapuh, tetapi juga sangat tangguh. Pada lansia, infeksi dapat memburuk dengan cepat, jika respons imun tubuh berlebihan. Kondisi ini dinamakan sepsis.

Baca juga : Kondisi Paus Fransiskus Membaik Di Hari Ke-7 Perawatan

"Ketika pneumonia menyebabkan sepsis, peradangan yang meluas dapat melukai banyak organ, termasuk ginjal," papar Brahmbhatt.

Dalam kasus Paus Fransiskus, kondisi itu muncul sebagai gagal ginjal ringan. Kerusakan ginjal bisa bersifat sementara dan membaik dengan pengobatan. Bisa juga permanen.

Paus Fransiskus yang berasal dari Argentina, memang rentan terhadap infeksi pernapasan. Saat masih muda, dia menderita pneumonia parah yang menyebabkan pengangkatan sebagian paru-parunya.

Tahun 2021, Paus Fransiskus menjalani operasi pengangkatan sebagian usus besar terkait masalah diverkutilitis, yang dapat menyebabkan peradangan atau infeksi usus besar.

Tahun 2023, dia dirawat di rumah sakit karena bronkitis. Dan dalam beberapa bulan terakhir, Paus Fransiskus jatuh dua kali hingga dagunya memar dan lengannya terluka.

Masa pengobatan sekarang ini adalah waktu terlama kedua Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit, sejak terpilih sebagai paus.

Baca juga : Diundang Paus Fransiskus, Puan Akan Hadiri KTT Pemimpin Dunia Tentang Anak

Meski dokter menyarankan untuk betistirahat total, Paus Fransiskus terus melakukan beberapa pekerjaan, termasuk pada dua hari pertama rawat inap. Ketika itu, dia melakukan panggilan telepon hariannya kepada Pendeta Gabriel Romanelli dan asistennya, Pendeta Yusuf Asad, di wilayah utara Gaza.

Mereka rutin kontak sejak Israel membombardir daerah kantong tersebut, menyusul serangan yang dipimpin Hamas pada tanggal 7 Oktober.

Rabu (19/2/2025) pekan lalu, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengunjungi Paus Fransiskus selama 20 menit.

"Kami bercanda seperti biasa. Paus tidak kehilangan selera humornya," ungkap Meloni.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.