Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hadiri Sidang Dewan HAM PBB
Menlu Bicara Isu Palestina, MBG & Tes Kesehatan Gratis
Rabu, 26 Februari 2025 04:34 WIB
Sebelumnya
Di bawah Trump, AS juga membekukan bantuan Amerika (American Development Aid). Keputusan ini tentu saja mengejutkan badan-badan di PBB dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menggantungkan dana dari AS.
Baca juga : Fraksi PKS Minta Uni Eropa Gunakan Powernya Dukung Palestina Merdeka
Washington mendanai sepertiga dari badan-badan di PBB. Hal ini mengkhawatirkan, mengingat organisasi tersebut sudah menghadapi krisis likuiditas karena kontribusi yang belum dibayarkan dari negara-negara anggota.
Baca juga : Bertemu Pangeran Khaled, Megawati Bahas Isu Palestina & Kerja Sama BRIN
Namun, menurut Direktur Layanan Internasional untuk Hak Asasi Manusia di Jenewa, Phil Lynch, momen ini dapat menguntungkan bagi China. Beijing dapat memanfaatkan ketidakhadiran Washington untuk memajukan visinya tentang HAM.
Baca juga : Politisi Golkar Di Senayan Jempolin Program Cek Kesehatan Gratis
“China ingin menunjukkan mereka adalah aktor yang bertanggung jawab dan kekuatan penstabil di dunia multilateral. Karena itu, kemungkinan besar Beijing akan mengajukan proposal yang dirancang untuk mendapatkan dukungan luas dalam beberapa minggu mendatang,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya