Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Hong Kong bakal melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 10.000 pegawai negeri sipil (PNS) sebagai bagian dari upaya mengendalikan pengeluaran yang meningkat. Selain itu, Hong Kong mendorong pengembangan kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari strategi mereka untuk menghadapi tantangan ekonomi global, ketegangan geopolitik, dan pasar properti yang lemah.
"Langkah ini memberi kita jalur yang jelas untuk memulihkan keseimbangan fiskal dalam rekening operasional, dengan cara yang terencana dan progresif," kata Menteri Keuangan Hong Kong Paul Chan saat mengumumkan anggaran tahunan Hong Kong, di parlemen, Rabu (26/2/2025), dilansir Channel News Asia (CNA).
Baca juga : Telkomsel Gelar Internet BAIK Festival 2025, Dorong Pemanfaatan AI
Menurut Chan, 10.000 pegawai negeri sipil akan dipangkas pada April 2027. Pengurangan ini akan dilakukan secara bertahap selama dua tahun ke depan, dengan pemotongan sebesar 2 persen dari total pegawai negeri sipil setiap tahunnya. Selain itu, gaji sektor publik akan dibekukan tahun ini.
Chan menuturkan, keputusan ini akan mengurangi pengeluaran publik sebesar 7 persen hingga Maret 2028.
Baca juga : Senayan Dorong Pengembangan EV
"Pemangkasan ini akan meletakkan fondasi fiskal berkelanjutan bagi pembangunan masa depan," ucapnya.
Hal ini dilakukan setelah terjadi penurunan tajam dalam pendapatan dari penjualan tanah atau properti, yang menyebabkan defisit sebesar 87,2 miliar dolar Hong Kong, hampir dua kali lipat dari perkiraan sebesar 48,1 miliar dolar Hong Kong.
Baca juga : Terima Anggota Persatuan Artis Film, Bamsoet Dorong Kepengurusan PARFI Bersatu
Chan juga menyoroti mengenai teknologi AI. Sejalan dengan kebijakan China soal pengembangan sektor teknologi AI dan robotika, Chan menyatakan bahwa Hong Kong akan memanfaatkan kekuatannya sebagai platform internasional untuk meningkatkan pengembangan industri AI. Kota ini telah mengalokasikan 1 miliar dolar HK (sekitar Rp 2,1 trilun) untuk lembaga penelitian dan pengembangan teknologi AI.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya