Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Keuangan Hong Kong telah dirugikan dalam tiga tahun terakhir dengan anjloknya pendapatan dari premi tanah - yang dibayarkan pengembang untuk penggunaan lahan - karena harga rumah jatuh hampir 30 persen.
Selain itu, perekonomian Hong Kong yang terbuka rentan terhadap tantangan eksternal, termasuk perlambatan ekonomi China dan ketegangan antara China dan AS. Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan pada Beijing terkait perdagangan, teknologi, dan geopolitik.
Awal tahun ini, AS memberlakukan tarif tambahan sebesar 10 persen pada barang-barang dari China dan Hong Kong. Pemerintah Hong Kong mengkritik langkah ini, dengan mengatakan bahwa Washington mengabaikan status kota tersebut sebagai wilayah pabean yang terpisah (dari China).
Baca juga : Telkomsel Gelar Internet BAIK Festival 2025, Dorong Pemanfaatan AI
Meskipun wilayah ini merupakan bagian dari China, Hong Kong memiliki status sebagai wilayah pabean terpisah. Hal ini berarti Hong Kong dapat mengatur tarif bea masuk, peraturan ekspor-impor, dan kebijakan perdagangan lainnya secara independen dari China daratan.
Status ini memungkinkan Hong Kong untuk berpartisipasi dalam perjanjian perdagangan internasional dan organisasi seperti World Trade Organization (WTO) dengan kebijakan yang berbeda dari China.
Baca juga : Senayan Dorong Pengembangan EV
"Hong Kong menghadapi lingkungan internasional yang cukup rumit di tengah perubahan yang belum pernah terjadi selama satu abad di seluruh dunia. Munculnya proteksionisme dan unilateralisme telah menghasilkan lanskap politik dan ekonomi global yang terfragmentasi," pungkas Chan.
Baca juga : Terima Anggota Persatuan Artis Film, Bamsoet Dorong Kepengurusan PARFI Bersatu
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya