Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pertemuan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC, Jumat (28/2/2025) berakhir tegang. Trump dan Zelensky terlibat keributan dan adu mulut. Melihat situasi ini, Rusia pun girang.
Pertemuan antara Trump dan Zelensky digelar untuk membahas upaya perdamaian perang Ukraina- Rusia. Zelensky datang ke Amerika dengan harapan dapat meyakinkan Presiden Trump untuk terus mendukung Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia. Selain itu, pertemuan ini juga dijadwalkan meneken kerja sama terkait bagi hasil mineral antara kedua negara.
Awalnya, pertemuan berlangsung lancar. Gedung Putih menyambut Zelensky dengan penuh kehormatan, layaknya tamu kenegaraan. Karpet merah digelar, upacara penyambutan disiapkan, dan berbagai sesi ramah tamah telah diatur. Trump yang mengenakan setelan jas warna biru menyambut Zelensky langsung di depan pintu. Menjabat tangannya dengan erat, lalu keduanya tersenyum ke arah kamera.
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Laporan Kemenaker, Kondisinya Parah
Keanehan sebenarnya mulai terasa sejak awal ketika Zelensky tiba hanya mengenakan kaus lengan panjang berwarna hitam. Seorang reporter sempat menanyakan alasannya tidak mengenakan jas dalam pertemuan resmi ini. Zelensky menjawab dengan santai.
“Saya akan memakai setelan jas setelah perang ini berakhir,” katanya dalam bahasa Inggris.
Meski begitu, Trump tampak tak terganggu. Ia tetap menyambut Zelensky dengan hangat. Bahkan ia memberikan pujian atas pilihan busana tamunya.
Baca juga : Mirah Sumirat: Pesangon Pekerja Harus Segera Cair
Trump kemudian mengajak Zelensky ke Ruang Oval. Dalam pertemuan itu, turut hadir Wapres AS JD Vance. Ramah tamah itu awalnya berjalan diplomatis. Trump menyelipkan beberapa pujian. Zelensky pun tak kalah santun. Mantan pelawak itu memberikan apresiasi kepada tuan rumah. Selama 40 menit pertama, pertemuan berlangsung hangat.
Namun, jelang akhir pertemuan, ketegangan justru meledak. Bermula ketika Vance menegaskan bahwa perang harus diakhiri melalui jalur diplomasi. Zelensky tampak tidak setuju dengan usulan tersebut.
Melihat respons itu, Vance tersulut emosi. Ia menuding Zelensky bersikap kurang ajar. Datang ke Ruang Oval dan berbicara seenaknya. Tanpa ragu, Vance meminta Zelensky untuk segera angkat kaki.
Baca juga : Kemenkes Ajak Publik Ikut Serta Eliminir TBC
Setelah itu, keributan tak bisa dicegah. Ketiganya saling adu mulut. Semua terjadi tepat di depan kamera televisi dunia. Para wartawan yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa ternganga.
Duta Besar Ukraina untuk AS yang menyaksikan adegan itu hanya bisa memegang keningnya sambil geleng-geleng kepala.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya