Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Qassem Soleimani, Kepala Pasukan Elit Quds Iran, tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) di dekat Bandara Baghdad, Irak, Jumat (3/1).
Ia tewas bersama Komandan Militer Irak yang juga penasehatnya, Abu Mahdi Al Muhandis.
Baca juga : Diterjang Banjir, 6 Tahanan KPK Sempat Ngungsi
Kematian pejabat tingkat tinggi militer itu tampaknya menjadi pukulan besar buat Iran, yang belakangan ini memang tak harmonis dengan AS.
Selasa 31 Desember lalu, Kantor Kedutaan Besar AS di Irak diserang oleh militan pro-Iran, menyusul penggerebekan oleh AS terhadap militan kelompok Kataib Hezbollah, yang didirikan Muhandis.
Baca juga : Angkasa Pura I Manjakan Penumpang Pada Momentum Pergantian TahunÂ
"Sesuai petunjuk Presiden, militer AS telah mengambil langkah-langkah penentuan sikap pertahanan, demi melindungi personel AS di luar negeri yang dibunuh Qassem Soleimani. Serangan udara ini ditujukan untuk menghalangi serangan Iran di kemudian hari,” tulis Pentagon dalam keterangan resminya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya