Dark/Light Mode

Di Tokyo Conference, SBY Soroti Kelemahan PBB Stop Kekerasan Global 

Rabu, 5 Maret 2025 10:56 WIB
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono berbicara dalam Tokyo Conference 2025 di Tokyo Prince Hotel, Jepang, Selasa (4/3/2025). 
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono berbicara dalam Tokyo Conference 2025 di Tokyo Prince Hotel, Jepang, Selasa (4/3/2025). 

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi pembicara kunci dalam Tokyo Conference 2025 bertemakan “International cooperation and restoration of peace” di Tokyo Prince Hotel, Selasa (4/3/2025). 

Tokyo Conference merupakan forum tahunan yang diselenggarakan untuk membahas masalah-masalah global dengan mengundang para pemimpin dunia serta think tanks dari 10 negara demokrasi.

Baca juga : Denny JA Soroti Meningkatnya Kecemasan Di Era AI

Forum yang digelar The Genron NPO ini, menghadirkan pula sejumlah pembicara lain seperti Sekjen PBB Antonio Guterres dan mantan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida

Dalam paparannya, SBY menyampaikan kunci tentang urgensi penguatan kerja sama internasional. Pasalnya, menurut SBY, dunia tengah bergejolak dan semakin terfragmentasi. Ini ditandai dengan meningkatnya persaingan geopolitik, meningkatnya ketidakpercayaan, dan menurunnya kerja sama.

Baca juga : Persebaya Sudah Analisis Kelemahan Dan Kekuatan PSBS Biak

SBY juga mengingatkan, tahun ini menandai peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, dan berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Sudah sepantasnya kita mengingat kembali alasan didirikannya PBB. Menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk bersama mengupayakan tatanan internasional berbasis aturan, di mana negara-negara besar dan kecil, kaya dan miskin, setara," tutur SBY.

Baca juga : ASEAN Women Entrepreneurs Conference 2024 Dorong Masa Depan Berkelanjutan

"Di mana negara-negara berkomitmen untuk menyelesaikan perselisihan mereka dengan cara damai dan tanpa menggunakan kekerasan. Di mana negara-negara saling menghormati kedaulatan dan integritas teritorial masing-masing,” sambungnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.