Dark/Light Mode

Tuntutan Bebaskan Duterte Menggema Di Medsos, Akun Bongbong Diserbu Netizen

Selasa, 18 Maret 2025 04:15 WIB
LAUTAN MANUSIA: Sekitar 30.000 orang pawai di jalan-jalan Kota Davao untuk menunjukkan dukungan kepada mantan Wali Kota Davao dan mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Minggu (16/3/2025). (Foto Tangkapan Layar GMA News)
LAUTAN MANUSIA: Sekitar 30.000 orang pawai di jalan-jalan Kota Davao untuk menunjukkan dukungan kepada mantan Wali Kota Davao dan mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Minggu (16/3/2025). (Foto Tangkapan Layar GMA News)

 Sebelumnya 
“Jujur kami malu jadi rakyat di bawah kepemimpinan presiden yang sekarang,” celetuk pemilik akun @Katiecruz.

Banyak juga netizen yang membalas postingan Bongbong dengan memasang simbol ular atau buaya. Beberapa lainnya hanya menulis kata ‘pengkhianat’ dengan huruf kapital.

Sebelumnya, putra Duterte, Sebastian Duterte, melakukan aksi solidaritas untuk sang ayah. Pria yang kini menjabat Wali Kota Davao ini menyebut bahwa Bongbong akan merasakan karma karena telah membiarkan Duterte ditangkap.

Baca juga : Kemenekraf-KAI Hadirkan Karakter Komik Lokal Di Stasiun Dan Gerbong Kereta

“Keluarga besar dan rakyat akan melawan dan menyadarkan, bahwa Anda tidak punya siapasiapa di negeri ini,” ujar pria yang akrab dipanggil Baste dikutip GMA News, Senin (17/3/2025). Baste berbicara dalam acara peringatan 88 tahun Kota Davao, Minggu (16/3/2025).

Dalam pidatonya yang berapi-api, Baste mengatakan, Duterte lah yang merupakan sosok politisi yang dicintai rakyatnya.

“Sementara Anda (Bongbong) hanya punya jabatan saja,” tegasnya.

Baca juga : Pasca Duterte Diterbangkan Ke Belanda, Bongbong & Sara Kembali Berseteru

Pada Rabu (12/3/2025), Duterte dibawa ke Den Haag, Belanda, untuk menjalani persidangan. Dia ditangkap setelah kembali dari Hong Kong, Selasa (11/3/2025). Kemudian Jumat (14/3/2025), Duterte muncul secara virtual di sidang perdana (praperadilan) ICC.

Sidang yang dipimpin Hakim Iulia Antoanella Motoc ini merupakan prosedur untuk mengonfirmasi identitas Duterte, menjelaskan hak-haknya, mengajukan dakwaan secara resmi, dan menetapkan jadwal untuk sidang konfirmasi dakwaan yang akan berlangsung 23 September mendatang.

Duterte didakwa bersalah atas kebijakan perang narkoba pada 2011-2019, semasa menjabat sebagai Wali Kota Davao dan Presiden Filipina. Menurut data kepolisian, setidaknya sekitar 6.000 orang tewas akibat kebijakannya. Sementara organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) menyebut, setidaknya 27.000-30.000 tewas, umumnya tanpa proses hukum.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.