Dark/Light Mode

Pilpres AS 2020

Wanita Kulit Hitam Pertama Bikin Kejutan

Kamis, 24 Januari 2019 10:26 WIB
Kamala Harris (Foto AP)
Kamala Harris (Foto AP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Amerika Serikat pernah punya presiden kulit hitam. Namanya Ba- rack Obama. Tapi, belum pernah ada presiden AS bergender perempuan. Apalagi, kulit hitam. Tapi, dalam Pilpres 2020, bisa jadi ini terjadi.

Kamala Harris, senator perempuan kulit hitam menyatakan siap maju. Harris adalah politisi Demokrat keenam yang mengumumkan maju dalam pencalonan presiden, setelah sesama Senator Kirsten Gillibrand dari New York dan anggota Kongres Tulsi Gabbard dari Hawaii. Juga, Julian Castro, mantan staf Gedung Putih yang disebut-sebut sebagai anak didik Obama. Sementara Senator Elizabeth Warren dari Massachusetts, Senator Bernie Sanders dari Vermont dan mantan Wakil Presiden Joe Biden hampir mengkonfirmasi pencalonannya maju sebagai presiden AS selanjutnya.

“Saya mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat,” ucap Harris kepada program Good Morning America di media ABC, kemarin.

Baca Juga : Banjir Sulsel Tewaskan 9 Orang, 3 Ribu Ngungsi

“Saya mencintai negara saya. Ini adalah saat di mana saya merasakan tanggung jawab untuk berjuang bersama mencapai hasil terbaik,” imbuh perempuan berusia 54 tahun itu. Mantan jaksa agung California itu memiliki darah “campur”. Ayahnya berasal dari Jamaika. Sementara ibunya dari India. Kedua orang tua Harris adalah aktivis hak-hak sipil. Pencalonan dirinya menjadikannya sebagai penantang wanita kulit hitam pertama dalam pemilihan presiden mendatang.

Harris resmi meluncurkan pencalo- nan dirinya pada Senin 21 Januari 2019. Lewat sebuah video, dia berkata, “mari kita lakukan ini bersama-sama.”

Dalam video promosinya, Harris meluncurkan slogan kampanyenya sebagai “For The People”, yang menekankan kebenaran, keadilan dan kesopanan sebagai pusat agendanya.

Baca Juga : Utang Rp 4.418 Triliun, Sri Mulyani Bilang Aman

Dalam buku memoar terbarunya yang berjudul The Truths We Hold: An American Journey, Harris me- nyampaikan pesan pentingnya persatuan dan mendeskripsikan bahwa AS saat ini terpecah belah akibat kepemimpinan Presiden Trump.

Latar belakang Harris kerap dibandingkan dengan Obama. Saat ditanya apakah AS siap menerima wanita kulit hitam sebagai presiden, Harris menjawab: “Tentu saja.”

Namun Harris harus berjuang keras karena jajak pendapat terbaru dari NPR/PBS Newshour/Marist Poll menunjukkan bahwa 54 persen basis pendukung Demokrat tidak yakin terhadap dirinya, atau bahkan tidak mengenalnya sama sekali.

Baca Juga : YASONNA H LAOLY : Masalahnya Pak ABB Ogah Akui Kesalahan

Saat ditanya terkait peluangnya untuk mengalahkan Presiden Trump yang antiimigran, Harris menegaskan bahwa latar belakangnya justru jadi modal kuat mengalahkan Presiden AS saat ini.

“Trump menjelekkan imigran ha- nya karena mereka terlahir di negara lain,” tandas Harris.[OKT]