Dark/Light Mode

Malaysia Jamin Tak Ada Kenaikan Harga BBM, Kecuali Untuk Kaum Tajir dan WNA

Minggu, 25 Mei 2025 14:54 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim dalam Kongres Nasional PKR, Sabtu (24/5/2025). (Foto: Instagram @anwaribrahim_my)
PM Malaysia Anwar Ibrahim dalam Kongres Nasional PKR, Sabtu (24/5/2025). (Foto: Instagram @anwaribrahim_my)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menjamin tak ada kenaikan harga BBM di negaranya, kecuali untuk warga tajir melintir dan warga negara asing (WNA).

"Ada usulan untuk menaikkan harga BBM dan memberikan subsidi kepada masyarakat lokal. Tapi, kami menolak langkah ini. Kami akan menargetkan 5 persen orang yang sangat kaya di Malaysia, serta orang asing,” kata Anwar dalam pidato penutupan di Kongres Nasional PKR, seperti dilansir The Straits Times, Minggu (25/5/2025).

Anwar mengimbau masyarakat untuk tidak menolak upaya rasionalisasi bahan bakar, karena sebagian besar masyarakat di negara itu tidak akan terpengaruh. Terlebih, Anwar menyebut Malaysia adalah salah satu negara yang memiliki tingkat subsidi tertinggi.

Baca juga : Kilang Pertamina Pastikan Avtur Cukup untuk Dukung Musim Haji 2025

"Warga negara asing harus membayar BBM dengan harga yang lebih mahal, sesuai kebijakan rasionalisasi," tegas Anwar.

Saat ini, lanjut Anwar, ada empat juta WNA yang menikmati sekitar 3-4 miliar ringgit Malaysia atau Rp 11,56 triliun hingga Rp 15,41 triliun dalam bentuk subsidi BBM.

Untuk memastikan kebijakan rasionalisasi harga BBM ini tidak membebani perusahaan kecil secara tidak semestinya, Anwar memastikan kesiapan pemerintah untuk meninjau penerapan sistem e-faktur oleh Badan Pendapatan Dalam Negeri.

Baca juga : Kemenag Tetapkan Pedoman Tata Kelola Dam Haji Agar Lebih Tertib dan Akuntabel

Untuk pertama kali, inisiatif e-faktur dimulai pada Agustus 2024, untuk perusahaan yang memiliki omzet atau pendapatan tahunan lebih dari 100 juta ringgit Malaysia atau Rp 385,38 miliar.

Kemudian, pada 1 Januari 2025, aturan tersebut diberlakukan untuk bisnis dengan penjualan tahunan antara 25-100 juta ringgit Malaysia atau Rp 96,35 miliar hingga Rp 385,38 miliar 

1 Juli mendatang, semua jenis bisnis - termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah - juga akan dikenai sistem e-faktur. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.