Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
KTT Bahas Perang Tarif & Krisis Myanmar
Persaudaraan Bikin ASEAN Tangguh Hadapi Krisis Global
Selasa, 27 Mei 2025 04:05 WIB
Sebelumnya
Adapun KTT Ke-46 ASEAN mengusung tema ”Inklusivitas dan Keberlanjutan”. Tema tersebut mengandung pendekatan strategis yang berlandaskan nilai.”
Tema ini bukan hanya mewakili aspirasi kita, melainkanjuga kewajiban moral kita. Ini didasari keyakinan bahwa masa depan ASEAN harus bertumpu pada pertumbuhan yang adil dan berkelanjutan, serta ketahananjangka panjang,” katanya.
Baca juga : Prabowo Perkuat Diplomasi Dengan Brunei Di Tengah Krisis Global
Dalam kesempatan tersebut, Anwar Ibrahim juga menyampaikan pencapaian penting berupa penyelenggaraan KTT ASEAN Dewan Negara Teluk-China (KTT ASEAN-GCC-China) untuk pertama kali.
Pertemuan trilateral ini mencerminkan semangat keterbukaan dan fleksibilitas ASEAN dalam menjalin kemitraan strategis dengan berbagai blok regional.
Baca juga : Coba Lunakkan Amerika Soal Tarif, Sri Mulyani Jaga Perasaan China
Terkait ASEAN-China, data Xinhua menunjukkan, nilai perdagangan ASEAN-China mencapai 982,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 15.927 triliun pada 2024.
Angka ini hampir dua kali lipat dibanding total perdagangan barang antara ASEAN dan AS yang tercatat 476,8 miliar dolarAS (Rp 7.731 triliun). ASEAN dan China juga telah merampungkan pembicaraan untuk memperkuat pakta perdagangan bebas, mencakup sektor digital, ekonomi hijau, hinggaUsaha Kecil Menengah (UKM).
Baca juga : Pertemuan Prabowo Dan Megawati:Fondasi Persatuan Bangsa Di Tengah Geopolitik Global
Selain itu, Anwar Ibrahim terus menyuarakan keprihatinannyabatas kesenjangan ekonomi global dan konflik Gaza, Palestina. Dia menyoroti bahwa pengepungan total pasukan Israeldi Gaza telah menyebabkan kelaparan massal dan kematian, menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk pelanggaran teratas kemanusiaan.
“Kejahatan terhadap rakyat Palestina mencerminkan sikap abai dan standar ganda. Ini adalah akibat langsung dari lunturnya kesucian hukum internasional,” ujarnya dikutip dari Bernama, Senin (26/5/202).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya