Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Perang terbuka Israel dan Iran ikut mengancam keselamatan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI). Karena rudal Israel berseliweran di jantung Ibu Kota Iran, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran pun menetapkan Siaga I.
Sampai hari ketujuh perang terbuka, Kamis (19/6/2025), rentetan rudal terus diluncurkan oleh Iran dan Israel. Mereka saling serang dan saling balas. Bangunan penting dan pemukiman penduduk di kedua negara kena imbas perang ini.
Di Iran, fasilitas nuklir utama di Natanz, bandara di Tabriz, serta basis militer dan fasilitas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Kermanshah terkena rudal Israel. Kantor pusat televisi nasional Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), juga menjadi sasaran serangan rudal Israel, Senin (16/6/2025). Saat itu, IRIB sedang melakukan siaran langsung tentang situasi di Iran. Serangan ini membuat lebih dari 220 orang tewas, dan lebih dari 1.800 lainnya terluka.
Kondisi ini membuat KBRI di Teheran memberikan pengumuman Siaga I untuk WNI yang berada di Iran. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengirimkan tangkapan layar Siaga I KBRI Teheran, yang diunggah di akun Instagram @indonesiaintehran, Kamis (19/6/2025).
Baca juga : Yang Minjem ke Pinjol Meningkat, Rakyat Kecil Hidupnya Sulit
Dalam tangkapan layar tersebut, KBRI Teheran menyebutkan akan segera melakukan evakuasi bagi 386 WNI yang berada di Iran. "Pemerintah Indonesia telah menetapkan status Siaga I bagi wilayah Iran. KBRI Teheran akan segera melakukan tindakan evakuasi bagi para WNI yang bersedia," tulis KBRI Teheran.
Presiden Prabowo Subianto, yang saat ini sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia, terus memantau kondisi WNI yang berada di Iran maupun Timur Tengah. Mengingat, belum ada tanda-tanda eskalasi perang menurun.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, saat ini ada 386 WNI di Iran. Mayoritas berada di Teheran. Dia menyebut, kondisi WNI saat ini terancam akibat perang Israel-Iran.
"Ada kurang lebih 380-an WNI di Iran, Teheran dan beberapa kota lainnya, berada dalam posisi yang tidak baik. Terancam serangan yang menerus saat ini," ujar Sugiono, Kamis (19/6/2025).
Baca juga : Bertemu Di Rusia, Prabowo-Putin Saling Ucapkan Terima Kasih
Dia telah menginstruksikan jajaran Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan KBRI di Teheran untuk melakukan assessment terhadap rencana evakuasi WNI yang berada di Iran. Melihat situasi yang terus memburuk, dengan serangan juga menyasar infrastruktur sipil, Sugiono memutuskan menaikkan status di KBRI Teheran dari Siaga II menjadi Siaga I.
Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah juga telah memulai persiapan evakuasi. Pemerintah juga melakukan komunikasi dengan sejumlah negara tetangga Iran untuk memastikan kelancaran proses evakuasi jika sewaktu-waktu diperlukan.
“Kemudian juga memulai langkah-langkah kontijensi, langkah-langkah evakuasi bagi WNI. Kami juga sudah melakukan komunikasi dengan beberapa negara tetangga Iran, memohon supaya ketika terjadi evakuasi nanti saudara-saudara kita diberikan kemudahan melewati pemeriksaannya karena situasi semakin tidak menguntungkan,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini.
Selain Indonesia, negara-negara lain juga sedang siap-siap mengevakuasi warganya dari Israel dan Iran. Pemerintah Jepang memerintahkan pesawat militer angkut C-2 bersiaga.
Baca juga : Usut Kasus Dugaan Korupsi, KPK Operasinya Senyap
"Mengingat situasi yang semakin tegang di Timur Tengah, kami telah memutuskan memindahkan pesawat Self-Defense Forces (militer Jepang) ke Djibouti. Bersiap siaga untuk merespons dengan cepat," kata Juru Bicara Pemerintah Jepang, Yoshimasa Hayashi, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (19/6/2025).
Kedubes Jepang di Iran dan Israel juga tengah menyiapkan bus mengevakuasi sekitar 1.000 warga negara Jepang di Israel, dan 280 di Iran ke negara tetangga.
Kedubes China di Israel juga akan mulai mengangkut warganya, Jumat (20/6/2025) menggunakan bus menuju Perbatasan Taba di selatan Israel, yang berbatasan langsung dengan Mesir. "Kami akan membantu warga negara China yang ingin keluar dari Israel menuju Mesir," tulis Kedubes China.
Rusia juga telah mengevakuasi warganya ke tempat aman. Sebanyak 86 warga Rusia dari Iran dievakuasi ke Azerbaijan pada Sabtu (14/6/2025). Kemudian, 238 lainnya pada Minggu (15/6/2025), termasuk keluarga diplomat. FAQ/MEN
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya