Dark/Light Mode

Gara-gara Trump Belain Israel

79 Persen Warga Amerika Cemas Iran Balas Dendam

Rabu, 25 Juni 2025 05:21 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) didampingi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, berpidatodi Gedung Putih, Washington DC, Sabtu (21/6/2025), usai militer AS menyerang fasilitas nuklir Iran. (Foto Pool via Reuters)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) didampingi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, berpidatodi Gedung Putih, Washington DC, Sabtu (21/6/2025), usai militer AS menyerang fasilitas nuklir Iran. (Foto Pool via Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang fasilitas nuklir Iran meresahkan dunia internasional dan rakyatnya sendiri. Dampaknya, warga Negeri Paman Sam sangat kecewa karena negaranya ikut terlibat perang dengan Iran.

Mayoritas warga AS khawatir dengan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran pasca militer AS menyerang fasilitas nuklir Iran. Kekhawatiran itu tergambar dalam hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos yang digelar selama tiga hari tak lama setelah serangan AS hingga Senin (23/6/2025) waktu setempat, sebelum Iran membalas dengan menembakkan rudal ke pangkalan udara AS di Qatar.

Baca juga : Serangan Amerika Dibalas 20 Rudal

Survei dilakukan terhadap1.139 orang dewasa dari berbagai wilayah AS, dengan margin kesalahan kurang lebih 3 persen. Dari hasil jajak pendapat, sebanyak 79 persen responden menyatakan khawatir Iran membalas serangan militer AS dengan menargetkan warga sipil AS.

Selain itu, sekitar 84 persen mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi eskalasi konflik secara umum, termasuk keselamatan personel militer AS di Timur Tengah.

Baca juga : Perang Lawan Israel Makin Sengit, Warga Iran Eksodus Mengungsi Ke Turki

Tak hanya soal dapak perang, survei ini juga menyoroti dampak politik dalam negeri bagi Trump. Hasilnya, 41 persen setuju menilai kinerja Trumpmenurun. Angka ini terendah sejak masa jabatannya dimulai pada Januari lalu.

Dukungan terhadap serangan AS terhadap Iran juga menunjukkan perbedaan tajam antar partai. Hanya 36 persen responden yang menyatakan mendukung serangan tersebut, termasuk 69 persen dari Partai Republik. Dan hanya 13 persenbyang mendukung dari Partai Demokrat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.