Dark/Light Mode

PM Thailand Paetongtarn Terpuruk, Desakan Mundur Menggema

Senin, 30 Juni 2025 07:42 WIB
Perdana Menteri Thailang Paetongtarn Shinawatra mengunjungi mengunjungi warga yang kebanjiran di Ban Sop Pao, distrik Phaya Mengrai, provinsi  Chiang Rai, Thailand, Sabtu (28/6/2025). (Foto IG @pheuthai.party)
Perdana Menteri Thailang Paetongtarn Shinawatra mengunjungi mengunjungi warga yang kebanjiran di Ban Sop Pao, distrik Phaya Mengrai, provinsi Chiang Rai, Thailand, Sabtu (28/6/2025). (Foto IG @pheuthai.party)

 Sebelumnya 
Meski berusaha tenang menanggapi unjuk rasa tersebut, posisi Paetongtarn sejatinya tak aman menyusul koalisi pemerintahannya saat ini  rapuh setelah mundurnya Partai Bhumjaithai pekan lalu.

Partai itu keluar dari koalisi karena mengaku kehilangan kepercayaan kepada partai Pheu Thai akibat dugaan kompromi terhadap kedaulatan nasional Thailand. Pemicunya adalah bocoran rekaman percakapan antara Paetongtarn dan mantan PM Kamboja Hun Sen.

Dalam pembicaraan itu, Paetongtarn tampak berusaha meredakan ketegangan dengan Hun Sen, bahkan mengkritik seorang jenderal militer Thailand. Tindakan tersebut yang tidak bisa diterima di negara yang militernya memiliki pengaruh besar.

Baca juga : Paetongtarn Terancam Digusur & Ayahnya Diadili

Paetongtarn telah meminta maaf. Namun kini, dia menghadapi pemeriksaan hukum oleh Mahkamah Konstitusi dan lembaga anti-korupsi nasional. Hasil penyelidikan dapat membuka jalan bagi pemakzulannya

United Force of the Land—koalisi aktivis nasionalis yang dikenal vokal terhadap pemerintahan yang didukung keluarga Shinawatra—mengibarkan bendera dan menyuarakan tuntutan pengunduran diri Paetongtarn. Salah satu peserta demo, Parnthep, mengatakan banyak warga Thailand merasa PM Paetongtarn dan ayahnya dimanipulasi Hun Sen.

Para demonstran lain, antara lain kerumunan orang tua, juga melambaikan bendera  Thailand.

Baca juga : Formula 1, Thailand Rogoh Rp 20 T Untuk Jadi Tuan Rumah

 "Ung Ing, keluar," kerumunan itu sesekali berteriak serempak, memanggil nama kecil PM Paetongtarn.

Peserta demo lainnya, Thapanawat Aramroong, mengatakan komentar Paetongtarn tentang komandan militer dan keinginannya untuk menyenangkan Hun Sen tidak dapat diterima.

Poster bertuliskan: ‘PM Jahat, Keluar!’ sampai teriakan ‘PM, kau berkhianat’ membahana di lokasi demo.

Baca juga : Unila Kantongi Bukti Awal Dugaan Kekerasan Terhadap Mahasiswa Yang Meninggal

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.