Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Di India, terjadi peristiwa nyeleneh yang melibatkan insinyur konstruksi jembatan. Mereka membuat jembatan dengan putaran 90 derajat, yang membuat jalan memiliki tikungan tajam.
Dilansir Oddity Central, konstruksi bangunan itu dinilai berpotensi dapat berakibat fatal bagi pengguna jalan. Padahal, uang yang dikeluarkan untuk membuat jembatan itu mencapai 200 juta rupee (sekitar Rp 38 miliar).
Baca juga : Langgar Izin Tinggal Di Batam, 9 WNA Dideportasi
Foto-foto belokan tajam di jembatan ini viral di media sosial India. Dan membuat publik mempertanyakan keselamatan dan profesionalisme para insinyur yang terlibat.
Kepala Menteri Negara Bagian Madhya Pradesh Mohan Yadav, langsung memerintahkan penyelidikan. Hasil awalnya, tujuh insinyur, termasuk dua kepala insinyur, langsung diskors.
Baca juga : Jokowi Hingga Jonan Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus Di Vatikan
Jembatan sepanjang 648 meter itu sejatinya sangat ditunggu-tunggu untuk menghubungkan daerah Mahamai Ka Bagh, Pushpa Nagar, dan stasiun kereta dengan wilayah New Bhopal.
Menanggapi kontroversi ini, kepala insinyur proyek, VD Verma, membela diri. Dia mengatakan, belokan 90 derajat itu terpaksa dibuat karena keterbatasan lahan dan adanya stasiun metro di dekat lokasi.
Baca juga : BI: Ekonomi Dan Keuangan Syariah 2024 Tumbuh Positif
Kini, pihak berwenang mengusulkan untuk membeli lebih banyak lahan agar bisa membangun tikungan yang lebih aman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya