Dark/Light Mode

Gudang Obat WHO Dihancurkan Dan Jalur Bantuan Ditutup

Israel Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata Genosida

Rabu, 23 Juli 2025 06:20 WIB
Suasana kamp pengungsian di Deir al-Balah, Gaza, Palestina, Senin (21/7/2025). (Foto: TANGKAPAN LAYAR)
Suasana kamp pengungsian di Deir al-Balah, Gaza, Palestina, Senin (21/7/2025). (Foto: TANGKAPAN LAYAR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO) mengutuk keras serangan militer Israel ke fasilitas kesehatan dan gudang obat milik WHO, serta kediaman stafnya di Deir al-Balah, Gaza, Palestina, Senin (21/7/2025). Serangan ini telah melumpuhkan total layanan kesehatan yang tersisa di wilayah konflik tersebut.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, militer Israel memasuki lokasi, memaksa perempuan dan anak-anak mengungsi dengan berjalan kaki menuju Al-Mawasi.

“Bukan hanya fasilitas yang dihancurkan, para staf kami pun dipaksa pergi. Anak-anak dan perempuan diusir berjalan kaki. Pasukan Israel juga memborgol, menelanjangi staf pria dengan todongan senjata,” ungkap Ghebreyesus, dikutip dari Reuters, Selasa (22/7/2025).

Baca juga : Erika Carlina,  Tuding DJ Panda Bohong

Konflik bersenjata yang telah berlangsung selama 21 bulan itu semakin mengerikan. Lebih dari 2 juta warga Gaza kini terancam tanpa akses kesehatan, pangan dan rasa aman.

Sebanyak 27 negara, termasuk Inggris, Prancis, Australia dan Kanada, bersama Uni Eropa, mengeluarkan pernyataan bersama mendesak Israel segera mengakhiri serangannya di Gaza. Mereka menyebut penderitaan warga sipil sudah mencapai titik nadir.

“Kami bersatu dalam satu seruan: perang di Gaza harus diakhiri sekarang,” demikian kutipan pernyataan yang dikutip dari AFP.

Baca juga : Makan Bakmi Jawa di Solo, Prabowo-Jokowi Satu Selera

Mereka juga menuntut gencatan senjata yang dinegosiasikan, pembebasan sandera yang ditahan pejuang Palestina, serta jaminan distribusi bantuan kemanusiaan secara bebas dan aman.

Pernyataan tersebut mengungkapkan metode distribusi bantuan yang diterapkan Pemerintah Israel sangat berbahaya, menciptakan ketidakstabilan dan merampas martabat kemanusiaan warga Gaza.

Mengutip laporan CNN, Minggu (20/7/2025), Israel hanya mengizinkan bantuan makanan dalam jumlah minim. Sementara pasukan mereka membiarkan pengungsi Gaza berebut logistik, bahkan menembaki warga yang menyerbu gudang bantuan.

Baca juga : Dasco Tolak Wacana Moratorium Proyek IKN

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai lembaga kemanusiaan internasional menyatakan, kondisi kelaparan dan malnutrisi di Gaza makin memburuk. Hal ini bertolak belakang dengan klaim Israel yang menyebut sudah membuka jalur bagi bantuan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.