Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Demo Besar Di Kuala Lumpur, Mahathir Mohammad Minta PM Anwar Mundur
Sabtu, 26 Juli 2025 19:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ribuan warga Malaysia turun ke jalan-jalan utama di Ibu Kota Kuala Lumpur pada Sabtu (26/7/2025), untuk memprotes kepemimpinan Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim. Rapor Anwar dalam menangani ekonomi dan politik masih dinilai kurang.
Unjuk rasa yang digelar partai-partai oposisi ini menandai protes besar pertama di negara dengan ekonomi terbesar keenam di Asia Tenggara, sejak Anwar naik ke tampuk kekuasaan setelah Pemilu 2022.
Para pengunjuk rasa berkumpul di berbagai titik di sekitar pusat kota sebelum berkumpul di Lapangan Merdeka di tengah hujan gerimis, sambil membawa plakat bertuliskan "Turun Anwar" dalam bahasa Melayu. Sementara polisi terus mengawasi dengan ketat.
"Dia (Anwar) telah memerintah negara ini selama tiga tahun. Dia belum memenuhi janji-janji yang dibuatnya," kata pengunjuk rasa asal Selangor, bernama Fauzi Mahmud (35).
Baca juga : Embung Baru Di KPS Muara Perkuat Irigasi Dan Ketahanan Pangan
"Anwar telah mengunjungi banyak negara untuk mendatangkan investasi, tetapi kami belum melihat hasilnya. Biaya hidup masih tinggi," ujar Fauzi kepada AFP, merujuk pada kunjungan perdana menteri baru-baru ini, termasuk ke Rusia dan Eropa.
Demo besar ini juga dihadiri rival politik yang juga mantan mentor Anwar, Mahathir Mohamad. "Sudah tiga tahun, apa yang didapat rakyat? Saya rasa dia (Anwar) senang melihat kita menderita. Cukup, tolong, mundurlah," kata Mahathir, yang bulan lalu merayakan ulang tahunnya yang ke-100.
Polisi dan pejabat kota memperkirakan antara 18.000 hingga 50.000 pengunjuk rasa ikut serta dalam demonstrasi tersebut.
Anwar diangkat sebagai perdana menteri dengan tiket reformis. Dia berjanji untuk memberantas korupsi, nepotisme, dan kronisme dalam sistem politik negara Asia Tenggara yang terpecah belah itu.
Bantuan Tunai
Baca juga : Kerja Di Luar Negeri Bisa Makmur, Kemen P2MI Minta Sesuai Prosedur
Beberapa hari menjelang demonstrasi, Anwar memaparkan serangkaian langkah populis yang ditujukan untuk mengatasi berbagai problem rakyat. Termasuk, pemberian uang tunai sebesar 100 ringgit Malaysia, untuk semua warga negara dewasa. Janji menurunkan harga bahan bakar juga turut digulirkan.
Sekitar 18 juta pengendara di Malaysia dinyatakan memenuhi syarat untuk membeli bahan bakar bersubsidi beroktan menengah dengan harga 1,99 ringgit Malaysia per liter. Lebih murah dibanding harga saat ini: 2,05 ringgit Malaysia.
Para analis politik memandang pengumuman tersebut sebagai langkah strategis, untuk meredakan rasa frustrasi publik yang semakin meningkat dan mencegah demonstrasi besar.
Norhamizah Mohamed (48) dari Besut di pantai timur laut mengaku ikut demo untuk memastikan, Anwar melakukan apa yang dijanjikan dalam manifesto pemilu.
Baca juga : Ramadhan 2025 Berapa Hari Lagi? Ini Maklumat Muhammadiyah Lengkap Jadwal Lebaran
"Bukannya kami tidak menyukainya, tetapi kami tidak menyukai cara dia menjalankan negara ini. Baru setelah kami memutuskan untuk demo, dia mengumumkan hal-hal baik untuk rakyat," katanya kepada AFP.
Demo hari ini terjadi di saat partai-partai politik bersiap menghadapi pemilu, yang menurut undang-undang harus diselenggarakan paling lambat pertengahan Februari 2028.
Survei terbaru Merdeka Centre for Opinion Research, lembaga independen yang berbasis di Malaysia, menyebutkan tingkat approval rating Anwar berada di angka 55 persen.
Anwar dinilai mampu meredam gejolak politik dalam beberapa tahun terakhir, dan berhasil meningkatkan profil Malaysia secara signifikan melalui kepemimpinan 10 negara anggota ASEAN pada tahun ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya