Dark/Light Mode

Istrinya Disebut Terlahir Pria, Macron Siap Ajukan Bukti Ilmiah Ke Pengadilan AS

Kamis, 18 September 2025 22:30 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istri, Brigitte saat mengunjungi Indonesia, 28 Mei 2025. (Foto: Biro Pers Setpres)
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istri, Brigitte saat mengunjungi Indonesia, 28 Mei 2025. (Foto: Biro Pers Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte berencana menyajikan bukti foto dan ilmiah ke pengadilan Amerika Serikat (AS), untuk menepis gosip yang menyebut Ibu Negara Prancis bukan seorang wanita tulen.

Menurut keterangan Tom Clare, pengacara Macron dalam kasus ini, Presiden Prancis dan istri akan mempresentasikan dokumentasi tersebut dalam gugatan pencemaran nama baik terhadap influencer sayap kanan AS Candace Owens, yang rajin koar-koar di medsos bahwa Brigitte Macron terlahir sebagai laki-laki.

Dalam Podcast Fame Under Fire BBC, Clare mengatakan, Macron menyebut klaim Owen sangat menjengkelkan dan  
mengganggu.

“Siapa pun yang sedang membangun karier dan kehidupan keluarga, akan lelah ketika keluarga Anda diserang. Macron tidak kebal itu, karena dia adalah presiden sebuah negara," papar Clare, Kamis (18/9/2025).

Terkait hal tersebut, Clare menuturkan, pihak Macron akan menghadirkan saksi ahli untuk membuktikan Brigitte adalah wanita.

“Mereka siap membuktikan sepenuhnya, baik secara umum maupun khusus, bahwa tuduhan itu salah,” beber Clare.

Baca juga : Rumahnya Dijarah, Sri Mulyani: Jangan Rusak Indonesia Dengan Anarki

"Sangat menjengkelkan untuk berpikir bahwa Anda harus pergi dan menundukkan diri sendiri, demi mengedepankan jenis bukti ini," sambungnya.

Clare menuturkan, Brigitte akan menempuh cara yang sangat terbuka untuk mematahkan gosip tersebut. Tapi, dia bersedia melakukannya. 

"Dia 100 persen siap untuk memenuhi beban itu," cetus Clare.

Ketika ditanya apakah Macron akan memperlihatkan foto-foto Brigitte yang sedang hamil dan membesarkan anak-anaknya, Clare mengatakan bahwa bukti-bukti akan disajikan di pengadilan sesuai aturan dan standar.

Owens, mantan komentator untuk media konservatif AS Daily Wire yang memiliki jutaan pengikut di media sosial, telah berulang kali mempromosikan pandangannya bahwa Brigitte Macron adalah seorang pria.

Maret 2024, Owens sesumbar akan mempertaruhkan seluruh reputasi profesionalnya untuk membuktikan hal tersebut.

Baca juga : Macan Putih Kemenangan Perdana Lawan PSBS

Tuduhan itu berasal dari pinggiran ruang online bertahun-tahun sebelumnya, terutama melalui video YouTube 2021 oleh blogger Prancis Amandine Roy dan Natacha Rey.

Keluarga Macron awalnya memenangkan kasus pencemaran nama baik di Prancis melawan Roy dan Rey pada tahun 2024. Namun, putusan itu dibatalkan pada banding pada tahun 2025 atas dasar kebebasan berekspresi. Bukan atas dasar kebenaran.

Keluarga Macron pun mengajukan banding atas putusan tersebut.

Juli 2025, Macron mengajukan gugatan terhadap Owens di AS. Macron menuduh Owens telah mengabaikan semua bukti kredibel dan mendukung platform teori konspirasi.

Untuk diketahui, dalam kasus pencemaran nama baik AS terhadap tokoh masyarakat, penggugat diminta untuk membuktikan unsur kedengkian yang sebenarnya. Bahwa terdakwa dengan sengaja menyebarkan informasi palsu, atau bertindak dengan mengabaikan kebenaran.

Agustus 2025, Macron menjelaskan kepada majalah Prancis, Paris Match, soal alasannya mengambil tindakan hukum.

Baca juga : Mardiono Hadir Di Mukerwil Jakarta, Matangkan Persiapan Menuju Pemilu 2029

"Ini tentang mempertahankan kehormatanku! Karena ini omong kosong. Ini adalah seseorang yang tahu betul bahwa dia memiliki informasi palsu dan melakukannya dengan tujuan menimbulkan kerusakan, dalam pelayanan ideologi dan dengan koneksi yang mapan dengan para pemimpin sayap kanan," papar Macron.

Merespons hal ini, pengacara Owens mengatakan, kasus itu seharusnya tidak diajukan di Delaware, karena tidak terkait dengan bisnisnya, yang didirikan di negara bagian.

Kepada BBC, tim hukum Owens mengatakan bahwa dia percaya apa yang dia katakan itu benar. "Tidak ada yang lebih Amerika, ketimbang kebebasan berbicara dan kemampuan untuk mengkritik," begitu katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.