Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sosok Presiden Tertua Dunia, Paul Biya Masih Incar Jabatan Di Usia 92 Tahun
Rabu, 8 Oktober 2025 12:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Kamerun Paul Biya untuk pertama kalinya muncul dalam kampanye pemilu sejak kembali mencalonkan diri untuk periode ke-8, Juli lalu. Biya yang berusia 92 tahun merupakan presiden tertua di dunia yang masih menjabat.
Menjelang pemungutan suara lima hari mendatang, Biya yang menjabat sejak 1982 ini tampil berpidato di hadapan para pendukungnya saat kampanye di sebuah stadion di Maroua, wilayah Far North, pada Selasa (7/10/2025).
Di hadapan kerumunan pendukungnya, Biya berjanji akan memperketat keamanan di wilayah yang dilanda serangan ekstremis, menekan pengangguran pemuda, dan meningkatkan infrastruktur jalan serta fasilitas sosial, jika ia terpilih kembali dalam pemilu Minggu (12/10/2025).
“Saya sangat menyadari masalah yang Anda hadapi, saya tahu harapan yang belum terpenuhi yang membuat Anda ragu akan masa depan,” katanya dalam pidatonya.
Baca juga : Rossi Apresiasi Pertamina, Dukung Talenta Muda Indonesia Menuju MotoGP
“Berdasarkan pengalaman, saya dapat meyakinkan Anda bahwa masalah-masalah ini tak mustahi untuk diatasi," imbuhnya," dilansir Associated Press, Rabu (8/10/2025)
Wilayah Far North mayoritas beragama Islam dan merupakan salah satu daerah termiskin di Kamerun. Wilayah ini telah dilanda serangan dan penculikan untuk tebusan oleh kelompok ekstremis Boko Haram.
Selain itu, hampir 20 persen dari 8,2 juta pemilih ada di Far North, dan dua dari sembilan calon oposisi dalam pemilihan, Bello Bouba Maigari dan Issa Tchiroma Bakary, yang pernah menjadi sekutu Biya, memiliki basis pendukung yang kuat di wilayah Far North.
"Tekad saya tetap teguh untuk melayani Anda tetap," ucap Biya lagi, dilansir AFP.
Baca juga : Berkat Program 3 Juta Rumah, Montir Bisa Punya Rumah Usai Ngontrak 15 Tahun
"Saya sekali lagi meminta dukungan Anda yang berharga," imbuhnya dalam pidato selama 25 menit.
Dalam pidato itu, dia juga fokus membahas soal para pemuda, kaum perempuan, dan infrastruktur. "Tujuan saya adalah agar setiap anak muda, di mana pun mereka berada, dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan atau memulai usaha. Tidak ada anak muda, baik yang lulus sekolah maupun yang tidak, yang akan tertinggal," ujarnya.
Selama puluhan tahun dia berkuasa, negara di Afrika Tengah itu didera banyak masalah. Mulai dari gerakan separatis yang mematikan di kawasan barat, hingga korupsi kronis yang telah menghambat pembangunan, meskipun negara itu memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti minyak dan mineral.
Meskipun demikian, Biya kemungkinan besar tetap akan menang dalam pemilu, terutama karena penantang terkuatnya, Maurice Kamto, tidak diizinkan mencalonkan diri, dan pihak oposisi masih terpecah-belah.
Baca juga : Pangeran Biru Incar Start Manis Di ACL Two
Jika dirinya terpilih, Biya akan memperpanjang masa kekuasaannya menjadi 49 tahun dan tetap berada di tampuk kekuasaan hingga nyaris berusia 100 tahun.
Selama masa kepemimpinannya, Kamerun pernah mengalami sejumlah pencapaian penting, seperti transisi dari sistem satu partai menuju politik multipartai dan keberhasilan menavigasi krisis ekonomi di masa lalu.
Sebagian besar pemilu di Kamerun di masa lalu diwarnai dengan pertanyaan mengenai kredibilitasnya. Pasalnya otoritas pemilu sering dituduh bekerja untuk kepentingan Biya.
Beberapa petugas pemilu pernah menjabat dalam posisi lain di pemerintahan Biya. Batas masa jabatan presiden dua periode dihapuskan melalui pemungutan suara di parlemen pada tahun 2008.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya