Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dubes RI Untuk Kuwait Lena Mukti Dukung Skema G-to-G Untuk Pejuang Devisa
Rabu, 26 November 2025 06:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kuwait Lena Mukti menegaskan komitmen penguatan sistem perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) legal dalam pertemuannya dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin di Kantor Kementerian P2MI Jakarta, Senin (24/11/2025).
Menurut Dubes Lena, saat ini ada 6.088 WNI di Kuwait dan 4.392 di antaranya merupakan PMI legal.
“Kuwait hampir tidak memiliki pekerja migran ilegal karena pengawasan masuk sangat ketat,” ungkapnya dikutip dari keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuwait City, Selasa (25/11/2025).
Dia juga menekankan besarnya peluang bagi PMI terampil untuk bekerja di Kuwait. Tenaga perawat Indonesia, misalnya, direkrut Kementerian Kesehatan Kuwait dan berstatus Pegawai Negeri Sipil setara ASN (Aparatur Sipil Negara), dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi.
Baca juga : Bangga Karya Anak Bangsa Jadi Pembuka Festival Film Di Oslo
Untuk sektor perminyakan, lanjutnya, pendapatan pekerja bahkan dapat mencapai setara Rp 500 juta per bulan ditambah fasilitas bebas pajak penghasilan.
Meski demikian, Lena mengingatkan masih adanya praktik agen nakal di Indonesia yang memberikan informasi menye¬sat¬kan kepada calon PMI.
“Banyak yang diberi janji manis di Tanah Air, tetapi sesampainya di Kuwait pekerjaan dan kondisinya berbeda sama sekali. Ini harus kita tertibkan bersama,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Menteri Mukhtarudin menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa pelindungan PMI harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, Pemerintah tengah menggeser paradigma penempatan pekerja, dari fokus tenaga kerja low skill menuju middle dan high skill.
Baca juga : Dubes RI Untuk AS Serahkan Primaduta Award Kepada McCormick Dan Diaspora
Dalam momentum Hari Migran Internasional pada 18 Desember 2025, Kementerian P2MI juga akan meluncurkan Grand Design Pelindungan dan Pemberdayaan PMI.
Mukhtarudin meminta dukungan penuh KBRI Kuwait City untuk mempercepat implementasi skema Government-to-Government (G-to-G) dalam penempatan PMI ke Kuwait.
“G-to-G ini sangat bagus karena banyak pekerja migran kita bisa langsung jadi ASN di sana dengan kehidupan yang sangat nyaman,” puji Dubes Lena.
Mukhtarudin menutup pertemuan dengan penekanan pentingnya koordinasi lintas lembaga. Sinergi Kementerian P2MI dan KBRI Kuwait City ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi Presiden Prabowo. Menjadikan PMI bukan hanya pejuang devisa, tetapi tenaga profesional yang bangga, terlindungi dan sejahtera.
Baca juga : Anggota DPRI Rachmat Gobel Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya