Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Konflik Bersenjata Meluas Ke 5 Provinsi
China, Prancis & AS Desak Thailand-Kamboja Berdamai
Kamis, 11 Desember 2025 06:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Konflik bersenjata di perbatasan antara Thailand versus Kamboja kini meluas ke lima provinsi di kedua negara, Rabu (10/12/2025). Insiden itu pun memakan korban nyawa.
Pihak Kamboja menyebut, ada sembilan orang tewas dan 20 orang luka. Sementara dari pihak Thailand, tiga orang tewas dan 68 lainnya luka. Lebih dari 150 ribu warga sipil dari kedua negara mengungsi akibat serangan jet dan drone yang terus merayap ke permukiman sekitar perbatasan.
Beberapa negara sahabat sudah meminta kedua negara itu segera rujuk sebelum konflik pecah menjadi perang besar. Insiden terbaru ini merusak upaya damai yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Oktober lalu.
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim sudah meminta Bangkok dan Phnom Penh segera kembali ke meja perundingan. Hal yang sama juga disampaikan Pemerintah China.
Baca juga : Thailand-Kamboja Kembali Mendidih
"Sebagai teman dan tetangga dekat Kamboja dan Thailand, China dengan tulus berharap kedua belah pihak menahan diri dan bekerja sama mencegah eskalasi situasi lebih lanjut," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers rutin di Beijing, Selasa (9/12/2025).
Pemerintah Prancis juga menyuarakan keprihatinanya atas ketegangan di dua negara anggota Perhimpunan Negara Asia Tenggara (ASEAN) ini. Paris, dalam laman web Kementerian Luar Negeri Prancis, Selasa (9/12/2025), menyerukan kepada kedua pihak untuk sepenuhnya mematuhi dan menerapkan gencatan senjata yang dicapai pada 26 Oktober 2025.
"Kami mendukung upaya mediasi yang dilakukan ASEAN. Khususnya Perdana Menteri Anwar Ibrahim, dalam kapasitasnya sebagai Pemimpin Malaysia, yang memegang jabatan Presiden ASEAN 2025," bunyi pernyataan tersebut.
Hal senada disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio juga menyampaikan kekhawatirannya atas pertikaian Thailand-Kamboja. "Kami mendesak kedua pihak menghentikan kontak senjata dan melindungi warga sipil," ujar Rubio.
Baca juga : Prancis Vs Islandia, Ujian Pertahanan
Dia meminta kedua negara menghormati kesepakatan damai yang dicapai di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perhimpunan Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur, Malaysia pada 26 Oktober lalu.
Eskalasi ketegangan kembali terjadi di perbatasan Thailand-Kamboja ketika pesawat tempur F-16 Thailand menyerang artileri Kamboja, sebagai balasan atas serangan dari seberang perbatasan yang menewaskan seorang personel militer Thailand.
Militer Thailand pada Senin (8/12/2025) mengaku sudah melancarkan serangan balasan pada pukul 07.10 waktu setempat terhadap instalasi dukungan senjata Kamboja di dekat lintas Chong An Ma.
Mantan Pemimpin Kamboja Hun Sen menegaskan, pasukannya tidak pernah memantik pertikaian dengan Thailand. Dia mengklaim, militernya hanya merespons agresi Thailand.
Baca juga : Sikapi Situasi Terkini, Rais Aam PBNU Ajak Semua Pihak Ciptakan Rasa Damai
"Kami tidak membalas selama dua hari. Tapi setelah serangan udara dan rentetan tank, kami terpaksa bertahan," katanya dikutip dari AFP, Rabu (10/12/2025).
PM sekaligus Menteri Dalam Negeri Thailand Anutin Charnvirakul mengumumkan bahwa negaranya mengadopsi resolusi Dewan Keamanan Nasional (NSC) yang memberi izin operasi militer baru di tengah ketegangan yang meningkat di perbatasan dengan Kamboja.
"Dalam mengumumkan resolusi NSC, Pemerintah akan melaksanakan langkah-langkah yang telah disepakati. Tindakan militer akan diambil dalam segala keadaan," tegas Charnivirakul.
Hubungan Kamboja-Thailand telah memburuk sejak Juli lalu akibat sengketa perbatasan yang memicu bentrokan fatal. Kedua negara diketahui berbagi perbatasan sepanjang 800 kilometer yang melintasi wilayah jarang penduduk dan menjadi lokasi beberapa candi yang diklaim kedua belah pihak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya