Dark/Light Mode

China Kutuk Keras Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Oleh AS

Minggu, 4 Januari 2026 11:51 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) diapit militer AS saat memasuki Kantor Penegakan Hukum New York. (Foto: X/Rapid Response 47)
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (tengah) diapit militer AS saat memasuki Kantor Penegakan Hukum New York. (Foto: X/Rapid Response 47)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China mengutuk keras penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores oleh Amerika Serikat (AS) dalam rangkaian serangan skala besar di Venezuela, Sabtu (3/1/2026).

Pernyataan sikap ini disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China melalui laman resminya.

"China sangat terkejut dan mengutuk keras penggunaan kekuatan terang-terangan oleh AS terhadap negara berdaulat dan tindakan terhadap presidennya," tegas Jubir Kemlu China dalam keterangan tersebut.

Baca juga : Trump Tangkap Maduro, AS Pimpin Venezuela & Ambil Alih Minyak

China menilai, tindakan hegemonik AS itu serius melanggar hukum internasional dan kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan di Amerika Latin dan kawasan Karibia.

"China dengan tegas menentangnya. Kami menyerukan kepada AS untuk mematuhi hukum internasional dan tujuan serta prinsip-prinsip Piagam PBB, dan berhenti melanggar kedaulatan dan keamanan negara lain," tandas Jubir Kemlu China.

Melansir CNN International, Maduro saat ini telah tiba di Pusat Detensi Metropolitan (MDC) Brooklyn, setelah diangkut dengan helikopter dari Kota New York ke Manhattan. Maduro dikawal ke rumah tahanan tersebut oleh iring-iringan kendaraan aparat penegak hukum. 

Baca juga : Rusia Minta AS Klarifikasi Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Maduro akan hijrah dari kehidupan mewahnya ke MDC, yang kerap digambarkan sebagai rutan menjijikkan dengan kondisi mengerikan: kumuh, jumlah stafnya sangat minim, serta kerap diwarnai dengan kekerasan antar narapidana dan pemadaman listrik.

MDC yang dibangun pada tahun 1990-an untuk mengatasi kepadatan penjara, pernah dihuni sejumlah orang terkenal seperti penyanyi R. Kelly, "Pharma Bro" Martin Shkreli, sosialita Ghislaine Maxwell, mantan pakar mata uang kripto Sam Bankman-Fried, dan maestro musik Sean "Diddy" Combs. Tersangka pemimpin kartel Ismael "El Mayo" Zambada Garcia juga ditahan di MDC, saat menunggu persidangan atas tuduhan pembunuhan dan perdagangan narkoba.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.